Tag Archives: Indonesia

Masjid Menara Kudus: Dari Palestina ke Tanah Jawa

Jika saya harus menilai, dari seluruh masjid yang pernah saya kenali, maka Masjid Menara Kudus adalah yang paling istimewa. Karena kompleks masjid serta makan Sunan Kudus (Raden Ja’far Shadiq) itu menjadi tempat saya menghabiskan masa kecil hingga awal remaja. Kebetulan rumah keluarga kami berbagi dinding dengan benteng bata kuno yang membatasi kompleks masjid. Sehingga, selain sebagai tempat beribadah, area masjid itu juga menjadi taman bermain saya sejak kecil. Continue reading

Kisah Patriot dari Rumah Jenderal Nasution

1 Oktober 1965, pukul 04.00 dini hari. Jenderal Nasution dan isterinya –Johanna Sunarti– terjaga, karena nyamuk yang mengganggu tidur mereka dan sang putri bungsu –Ade Irma Suryani-. Pada saat bersamaan sang isteri mendengar pintu depan dibuka paksa. Melalui celah pintu kamar yang dibuka sedikit, ia melihat belasan Pasukan Cakrabirawa memasuki selasar rumah dengan senjata laras panjang.

Cakrabirawa!”, ujarnya lirih kepada sang suami.

Cakra?”, tanya sang Jenderal mengkonfirmasi.

Jenderal Nasution yang kebingungan akan kedatangan pasukan pengawal Presiden tersebut, kemudian berusaha mengintip dengan membuka pintu, yang segera disambut dengan hamburan peluru.

diorama-pasukan-cakrabirawa-berusaha-menculik-jenderal-nasution

Adegan pasukan Cakrabirawa yang berusaha menculik Jenderal Nasution, pada subuh 1 Oktober 1965.

Continue reading

[+Video] Pantai Labuana Donggala: Pria Tanpa Ibu Jari, Suku Kaili, dan Pantai Tersembunyi

Orang-orang yang kita temui dalam perjalanan seringkali lebih meninggalkan kesan, daripada sekedar tujuan yang kita datangi. Kehadiran mereka dapat memberi arti lebih, bahkan menggandakan nilai perjalanan itu sendiri. Seperti yang saya alami, ketika mendatangi Pantai Labuana Donggala di Sulawesi Tengah.

Nama Pantai Labuana yang terletak di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, sebenarnya secara tak sengaja saya dapatkan ketika berselancar di dunia maya. Sebuah jurnal visual di Steller, mengenalkan saya pada pantai berpasir putih itu, yang kini tengah naik daun karena keindahannya yang baru saja terungkap ke dunia luar. Letaknya yang cukup jauh dari Kota Palu, dan tidak bersisian langsung dengan jalan raya, menyebabkan pantai ini tersembunyi selama bertahun-tahun. Continue reading

[+Video] Snorkeling dan Freediving di Tanjung Karang Donggala

Donggala mengingatkan saya pada permainan masa lalu. Monopoli. Namun jujur saja, sampai dengan medio tahun 2000 an, saya sama sekali tak pernah mencari letak pasti daerah ini di atas peta dunia. Hingga di kemudian hari, saya membaca sebuah liputan tentang destinasi wisata selam di Sulawesi Tengah, yang menjadikan Pantai Tanjung Karang Donggala sebagai rekomendasi titik awal penyelamannya.

Sebenarnya adalah runtuhan kapal Gili Raja yang menuntun saya untuk mengenal perairan Tanjung Karang Donggala lebih jauh. Menurut info, Gili Raja karam pada kedalaman sekitar 50 meter. Cukup dalam untuk ukuran penyelaman rekreasional. Sehingga untuk mengamati kemegahan kapal sepanjang 80 meter itu, seorang scuba diver yang minimal memiliki sertifikat Advanced Open Water Diver pun hanya diperbolehkan berada pada kedalaman tersebut maksimal sekitar 7-10 menit saja. Bagi saya deskripsi tentang keberadaan runtuhan kapal ini sangat membangkitkan minat petualangan.

Continue reading

Mengenal Kopi di MesaStila

Selama ini saya bukan penikmat kopi. Sehingga agak susah bagi saya untuk mengapresiasinya sebagai minuman yang eksotik. Bagi saya, minuman itu harus segar. Sekedar air putih atau apapun yang pantas disajikan dingin adalah jauh lebih cocok  bagi lidah. Tapi terkadang, Tuhan mengatur rasa dan cinta dengan cara yang unik. Pada satu perjumpaan di MesaStila saya memahaminya. Continue reading

Apnea di Muncul dan Sepiring Pecel Keong

Mega bertaut menghalangi matahari sejak saya menginjakkan kaki di Semarang. Pun pagi itu gerimis halus ikut membuka hari. Namun, niat saya untuk mengunjungi Pemandian Air Alami Muncul tidaklah surut. Selain saya berpikir memang itu waktu yang tepat -mumpung saya sedang berada di Bandungan- juga karena ada hal lain yang menarik saya untuk kembali ke sana. Continue reading

Mendaki Madya Jawadwipawa

Napas saya menderu, menahan beban udara dingin yang mendesak paru-paru. Namun, masih ada satu bukit lagi, yang harus saya daki sebelum matahari menerjang batas horison. Satu bukit lagi! Dan dari kaki bukit saya melihat Bama melambaikan tangannya, memberi tanda jika ia sudah sampai pada tempat yang harus kami tuju. Puncak Gunung Prau.

Saya lupa detail terakhir pendakian itu, selain menerabas ranting-ranting beku dan belukar yang meninggalkan gatal pada lengan terbuka. Hingga akhirnya saya sampai di sana. Pada puncak madya Jawadwipa. Memandang berlapis-lapis awan ditimpa sinar surya pertama, yang membentuk samudra mega. Dan melahirkan siluet pulau-pulau imaji dari kemuncak para ancala. Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Pakuwaja, dan beberapa yang saya tak kenal namanya. Continue reading