9-hal-yang-bisa-dilakukan-di-nepal-bartzap-dotcom

9 Hal yang Bisa Dilakukan di Nepal

“Ke Nepal, ngapain? Memang ada apa di sana?”, itu adalah pertanyaan yang paling sering saya dengar setiap kali seseorang tahu saya pernah mengunjungi negeri itu.

Walaupun Nepal saat ini bukanlah negara yang sulit untuk dicapai, tapi bagi kebanyakan orang sepertinya ia masih merupakan sebuah negeri antah berantah. Letaknya yang berada di antara dua negara berkebudayaan agung –China dan India– menjadikan Nepal sebagai area kecil yang agak terlupakan. Namun, sesungguhnya banyak hal yang bisa dinikmati dan dilakukan di sana. Bahkan, sebagian di antaranya sangat unik dan spesifik. Hanya ada di Nepal!

Continue reading

kompleks-kuil-pashupatinath-di-pagi-hari

Nepal (17): Cremation – Scenes of Life and Death at Pashupatinath

Segala yang bermula akan memiliki akhir. Begitu pula dengan perjalanan kami. Setelah sembilan hari di Nepal, akhirnya kami harus segera berpisah dengan negeri di kaki Himalaya itu. Entah kebetulan atau tidak, tapi yang tersisa dari itinerary kami adalah Kuil Pashupatinath, yang terkenal dengan upacara perabuannya. Selama 24 jam dalam sehari, kuil tersebut menjadi tempat persinggahan terakhir bagi mereka yang mati. Sebelum akhirnya meluruh menjadi abu. Kembali pada ketiadaan, ketika sisa raga dilarung pada sungai Bhagmati.

Continue reading

peace-pagoda-bukit-ananda-pokhara-nepal

Nepal (16): A Story of Gurkha Warriors and Peace Pagoda

Pagi terakhir kami di Pokhara, tak seperti hari sebelumnya. Matahari terhalang oleh awan yang rata menutup langit, sementara kabut tebal bergerak lambat di atas kota. Udara terasa lebih dingin, bahkan ketika kami keluar dari hotel jam 10 pagi. Hampir setiap orang yang berlalu lalang di jalan, terpaksa menambahkan lapisan pakaian, demi menghalau beku yang mengambang di udara.

Selayaknya kota wisata, Pokhara tetap ramai oleh para pejalan, termasuk wisatawan lokal yang menikmati hari libur mereka. Dan kepadatan manusia semakin terasa ketika kami mendekati area sekitar dermaga, dimana ratusan masyarakat lokal hendak berziarah ke Kuil Tal Barahi yang berada di tengah danau Phewa. Continue reading

Pantai-Labuana-Donggala-Sulawesi-Tengah-bartzap-dotcom

[+Video] Pantai Labuana Donggala: Pria Tanpa Ibu Jari, Suku Kaili, dan Pantai Tersembunyi

Orang-orang yang kita temui dalam perjalanan seringkali lebih meninggalkan kesan, daripada sekedar tujuan yang kita datangi. Kehadiran mereka dapat memberi arti lebih, bahkan menggandakan nilai perjalanan itu sendiri. Seperti yang saya alami, ketika mendatangi Pantai Labuana Donggala di Sulawesi Tengah.

Nama Pantai Labuana yang terletak di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, sebenarnya secara tak sengaja saya dapatkan ketika berselancar di dunia maya. Sebuah jurnal visual di Steller, mengenalkan saya pada pantai berpasir putih itu, yang kini tengah naik daun karena keindahannya yang baru saja terungkap ke dunia luar. Letaknya yang cukup jauh dari Kota Palu, dan tidak bersisian langsung dengan jalan raya, menyebabkan pantai ini tersembunyi selama bertahun-tahun. Continue reading

pantai-tanjung-karang-donggala-sulawesi-tengah

[+Video] Snorkeling dan Freediving di Tanjung Karang Donggala

Donggala mengingatkan saya pada permainan masa lalu. Monopoli. Namun jujur saja, sampai dengan medio tahun 2000 an, saya sama sekali tak pernah mencari letak pasti daerah ini di atas peta dunia. Hingga di kemudian hari, saya membaca sebuah liputan tentang destinasi wisata selam di Sulawesi Tengah, yang menjadikan Pantai Tanjung Karang Donggala sebagai rekomendasi titik awal penyelamannya.

Sebenarnya adalah runtuhan kapal Gili Raja yang menuntun saya untuk mengenal perairan Tanjung Karang Donggala lebih jauh. Menurut info, Gili Raja karam pada kedalaman sekitar 50 meter. Cukup dalam untuk ukuran penyelaman rekreasional. Sehingga untuk mengamati kemegahan kapal sepanjang 80 meter itu, seorang scuba diver yang minimal memiliki sertifikat Advanced Open Water Diver pun hanya diperbolehkan berada pada kedalaman tersebut maksimal sekitar 7-10 menit saja. Bagi saya deskripsi tentang keberadaan runtuhan kapal ini sangat membangkitkan minat petualangan.

Continue reading

10-tips-bermalam-di-bandara-bartzap

10 Tips Bermalam di Bandara

Pada bulan Oktober 2015, saya melakukan kunjungan ke Malaysia untuk yang kedua kalinya.  Kala itu Melaka dan Georgetown menjadi destinasi saya, selain bermaksud untuk menyusuri bagian lain Kuala Lumpur yang sempat terlewati empat tahun sebelumnya.

Sebenarnya perjalanan itu diinisiasi oleh promo tiket yang digelar oleh maskapai Lufthansa, sebagai bagian dari pengenalan rute penerbangan Jakarta – Frankfurt ~yang sayangnya saat ini telah ditutup~.

Rute penerbangan tersebut mengharuskan armada Lufthansa untuk transit beberapa saat di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), sebelum terbang secara nonstop ke Jerman. Namun, karena waktu perjalanan yang saya dapatkan adalah berada pada jam penerbangan terakhir, maka saya baru mendarat di KLIA sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Continue reading

oleh-oleh-dari-himalaya-bartzap

[Giveaway] 1 Tahun BARTZAP.COM dan Oleh-oleh dari Himalaya

Dari beberapa blog yang pernah saya miliki hingga saat ini, mungkin blog ini adalah satu-satunya yang saya kelola dengan konsisten. Setidaknya, tema yang saya pilih adalah khusus hanya membahas segala hal yang berhubungan dengan pengalaman dalam menjelajahi bumi. Tentang traveling dan derivatnya!

Tepat 1 tahun yang lalu, pada tanggal 30 April 2015, BARTZAP.COM mulai saya rintis. Dengan menanyangkan ulang beberapa tulisan  saya yang pernah dimuat pada media cetak, dan beberapa artikel yang saya pindahkan dari ‘rumah lama’. Dan kemudian, secara bertahap saya berusaha untuk konsisten mengunggah artikel-artikel baru yang disarikan dari perjalanan saya selama ini. Continue reading