Staycation di Hotel ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square

Selama ini saya jarang melakukan staycation di Jakarta. Selain karena udara Bogor -kota tempat tinggal saya- yang lebih sejuk, juga karena saya tak memiliki alasan lain yang tepat untuk melakukannya. Memang sesekali saya terpaksa menginap di ibukota, namun itu karena disebabkan urusan kantor yang tak mungkin saya hindari. Namun, minggu lalu saya menabrak kebiasaan itu, dan melakukan staycation di Hotel ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square. Continue reading

Adhisthana: Persembunyian di Prawirotaman

Sebagai kota kelahiran, Yogyakarta selalu membuat saya ingin kembali. Meskipun kenangan masa lalu tentangnya terlalu samar, namun mengunjunginya selalu melahirkan suatu rasa tersendiri. Dan sepertinya, satu lirik lawas dari KLA Project, sangat pas untuk mewakili perasaan saya. Selalu ada setangkup rasa haru dalam rindu, pada kota itu. Continue reading

Yuk, Membuat Video Perjalanan dengan Smartphone!

Dokumentasi perjalanan, adalah sebuah hal penting yang harus dibuat. Bukan saja demi menyimpan kenangan, tetapi juga untuk mencatat detail-detail yang nantinya bisa dibagikan lagi kepada orang lain. Bahkan pada masa ini, dokumentasi perjalanan juga berfungsi sebagai sarana penjaga eksistensi dalam pergaulan. Terutama ketika dibagikan melalui media sosial.

Pada masa lalu, dokumentasi perjalanan hanya dirupakan dalam bentuk tulisan dan sketsa gambar. Yang kemudian berkembang lagi dengan ditemukannya teknik fotografi. Dan semakin maju, ketika gambar bergerak atau videografi disempurnakan. Continue reading

Masjid Menara Kudus: Dari Palestina ke Tanah Jawa

Jika saya harus menilai, dari seluruh masjid yang pernah saya kenali, maka Masjid Menara Kudus adalah yang paling istimewa. Karena kompleks masjid serta makan Sunan Kudus (Raden Ja’far Shadiq) itu menjadi tempat saya menghabiskan masa kecil hingga awal remaja. Kebetulan rumah keluarga kami berbagi dinding dengan benteng bata kuno yang membatasi kompleks masjid. Sehingga, selain sebagai tempat beribadah, area masjid itu juga menjadi taman bermain saya sejak kecil. Continue reading

Trekking di Musim Hujan

Seorang rekan blogger dari Filipina pernah menyatakan betapa beruntungnya saya yang tinggal di Jawa Barat -khususnya kota Bogor-, karena dikelilingi oleh lima Taman Nasional, yaitu: TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Salak Halimun, TN Gunung Ciremai, TN Kepulauan Seribu dan TN Ujung Kulon. Yang beberapa di antaranya termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia (TN Ujung Kulon), dan Cagar Biosfer (TN Gunung Gede Pangrango) yang diakui oleh UNESCO.

Intinya, dengan sedikit usaha, saya sudah bisa sampai dan menikmati alam bebas yang berada di dalam perlindungan nasional dan dunia. Terutama untuk melakukan kegiatan alam yang murah meriah seperti trekking di pegunungan, dan hutan belantara. Seperti yang saya lakukan dalam dua minggu terakhir ini, sebagai persiapan sebelum keberangkatan saya kembali ke Himalaya, untuk mencapai Everest Base Camp (EBC) pada bulan April 2017 mendatang. Continue reading

[+Video] 20 Jam di Annapurna Base Camp Himalaya

14 April 2016, pukul satu siang. HaruHanya itu yang memenuhi hati. Ketika akhirnya saya mencapai papan ucapan selamat datang di Annapurna Base Camp, pada ketinggian 4130 meter di atas permukaan laut.

Rasanya segala lelah terbayar sudah. Solo trekking selama lima hari dengan rute Nayapul – Ghandruk – Chhomrong – Dovan – Machhapuchhare Base Camp (MBC) – Annapurna Base Camp (ABC), akhirnya berhasil saya selesaikan. Kini ia telah menjelma, dari mimpi menjadi kenyataan. Continue reading

Khoo Kongsi: Kisah Aula Naga Gunung

Percaya atau tidak, jika sebuah perjalanan itu adalah miniatur kehidupan? Ketika sesuatu terlepas dari kita, terkadang hal lain telah siap menanti sebagai penggantinya. Dan meskipun awalnya sama sekali tak direncanakan, terkadang hal pengganti tersebut dapat meninggalkan jejak yang tak kalah dalam.

Seperti perjumpaan tak sengaja saya dengan Khoo Kongsi. Awalnya ia sama sekali tak ada dalam itinerary perjalanan. Justru Cheong Fatt Tze Mansion yang terkenal ekstravaganza dan berwarna biru benhur lah yang menjadi incaran. Namun, kelelahan akibat perjalanan spartan dari Jakarta, Melaka, hingga George Town di Pulau Penang, membuat takdir membelokkan saya menjumpa rumah marga nan grande di semenanjung Malaysia ini. Continue reading