Tag Archives: Malaysia

Khoo Kongsi: Kisah Aula Naga Gunung

Percaya atau tidak, jika sebuah perjalanan itu adalah miniatur kehidupan? Ketika sesuatu terlepas dari kita, terkadang hal lain telah siap menanti sebagai penggantinya. Dan meskipun awalnya sama sekali tak direncanakan, terkadang hal pengganti tersebut dapat meninggalkan jejak yang tak kalah dalam.

Seperti perjumpaan tak sengaja saya dengan Khoo Kongsi. Awalnya ia sama sekali tak ada dalam itinerary perjalanan. Justru Cheong Fatt Tze Mansion yang terkenal ekstravaganza dan berwarna biru benhur lah yang menjadi incaran. Namun, kelelahan akibat perjalanan spartan dari Jakarta, Melaka, hingga George Town di Pulau Penang, membuat takdir membelokkan saya menjumpa rumah marga nan grande di semenanjung Malaysia ini. Continue reading

Mengenang Penang

Hari masih terlalu dini ketika bus yang membawa saya tiba di Butterworth. Bayangan akan benteng gagah kota Melaka pun rasanya belum sirna dari mimpi. Namun dalam waktu singkat saya harus mengumpulkan kesadaran dari lelap, demi melanjutkan perjalanan menyeberangi selat Melaka menuju George Town.

Tanpa petunjuk yang jelas dan hanya mengandalkan aliran penumpang lain, saya melangkah menuju pelabuhan. Rupanya kami adalah rombongan pertama yang akan menyeberang pada fajar itu, karena pintu pelabuhan Sultan Abdul Halim yang mengarah ke ferry pun masih tertutup. Kantuk yang belum hilang sedari tadi segera melahirkan sebuah tekad. Sampai hotel, harus lanjut tidur dulu! Bersama penumpang lain serta angin laut yang lembab dan bergaram, saya menanti ferry pertama menuju pelabuhan Raja Tun Uda di Pulau Penang. Continue reading

Sehari di Fortaleza de Malaca

Saya menghabiskan hampir seluruh waktu perjalanan antara Kuala Lumpur International Airport dan Melaka Sentral di alam mimpi. Sebagai ganti akan tidur yang tak selesa akibat menginap di bandara pada malam sebelumnya. Meskipun memahami resikonya, saya sengaja mengambilnya sebagai tambahan bagi pengalaman dalam menjelajahi dunia. Setidaknya, kini saya tahu jika bermalam di bandara  adalah sebuah seni tersendiri.

Saya benar-benar meniatkan untuk mengambil istirahat yang berkualitas di dalam bus. Karena tak ingin kelelahan merusak kunjungan yang sudah lama saya impikan. Latar belakang sejarah yang panjang, serta jejak berbagai bangsa yang memulas wajah Malaka, menjadikannya sebagai salah satu kota yang ingin saya kunjungi di kawasan ASEAN.

Continue reading