Tag Archives: Kuliner

Opor Pak Pangat: Menyoal Penasaran Pada Kuliner Cepu

Sejak tahun 2010 saya kerap berkunjung ke Cepu, sebuah kecamatan di Kabupaten Blora yang dikenal sebagai kota minyak di Jawa Tengah. Boleh dikata, saya mengunjunginya hampir setiap tahun. Bukan untuk tujuan wisata, melainkan demi training dan sertifikasi personel laboratorium di Pusat Pendidikan dan Latihan – Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat MIGAS). Continue reading

Kuliner Kudus: Tentang Melepas Rindu Pada Kota Kretek

“Rindu yang menancap di lidah bisa menjadi energi kuat bagi seseorang untuk mengunjungi kampung halaman.”

Saya memiliki banyak alasan untuk pulang ke Kudus. Karena di sana, tersimpan begitu banyak memori masa lalu yang menyenangkan. Masa kecil tanpa beban, hingga kala remaja yang manis untuk dikenang.

Dan dari sekian banyak alasan yang membuat saya ingin kembali ke sana, adalah segudang kuliner khas Kudus yang selalu menggugah selera. Yang hanya bisa saya nikmati di kota itu. Bukan hanya karena rasanya yang spesifik, melainkan juga isi penyusunnya yang mungkin agak jarang tersedia di tempat lain. Continue reading

Menguak Misteri Kuliner Kalimantan di Signatures

Sampai saat ini, bagi saya Kalimantan adalah misteri. Pulau yang termasuk dalam lima pulau terbesar di Indonesia ini, masih belum terekam jelas dalam memori saya.

Hutan tropis yang lembab dan hijau, suku Dayak pedalaman dengan rupa dan riasan uniknya, serta hijau toska perairan yang masih asing terjamah adalah gambaran Kalimantan yang saya rekam dari media-media, selain pasar terapung di Banjarmasin yang terkenal itu.

Sehingga, ketika Signatures Restaurant dari Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menggelar Indonesian Food Promotion yang merupakan festival masakan dari lima wilayah kuliner di Indonesia, tanpa ragu-ragu saya menunjuk Kalimantan sebagai pilihan. Demi mengenal pulau satu ini lebih dekat.

Continue reading

Bersantap a la Sultan Yogya di Bale Raos

IMG_4990

Sebagai orang yang lahir di Yogyakarta dan jatuh cinta pada kota tersebut, maka menyantap gudeg menjadi agenda yang tidak boleh saya lewatkan setiap kali mengunjunginya. Bayangan akan kesedapan hidangan tersebut menjadi salah satu pengikat erat yang membuat saya ingin mengunjungi Yogyakarta lagi dan lagi.

Gudeg bukan hanya sekedar masakan, melainkan juga simbol yang mempersatukan banyak kalangan, karena ia bisa dinikmati mulai dari warung-warung kaki lima hingga resto-resto besar yang tertata rapi. Dan mungkin juga, masakan ini menjadi salah satu menu yang dihidangkan di atas meja makan Sultan Yogyakarta.

Namun begitu, sering terbersit dalam benak saya, rasa penasaran: seperti apakah sejatinya hidangan para Sultan dan keluarga Kesultanan Yogyakarta?

Atau, apakah ada menu-menu khusus yang dihidangkan di Bangsal Andrawina Istana? Continue reading