Mengenal Kopi di MesaStila

Selama ini saya bukan penikmat kopi. Sehingga agak susah bagi saya untuk mengapresiasinya sebagai minuman yang eksotik. Bagi saya, minuman itu harus segar. Sekedar air putih atau apapun yang pantas disajikan dingin adalah jauh lebih cocok  bagi lidah. Tapi terkadang, Tuhan mengatur rasa dan cinta dengan cara yang unik. Pada satu perjumpaan di MesaStila saya […]

Read More

Apnea di Muncul dan Sepiring Pecel Keong

Mega bertaut menghalangi matahari sejak saya menginjakkan kaki di Semarang. Pun pagi itu gerimis halus ikut membuka hari. Namun, niat saya untuk mengunjungi Pemandian Air Alami Muncul tidaklah surut. Selain saya berpikir memang itu waktu yang tepat -mumpung saya sedang berada di Bandungan- juga karena ada hal lain yang menarik saya untuk kembali ke sana.

Read More

Mendaki Madya Jawadwipawa

Napas saya menderu, menahan beban udara dingin yang mendesak paru-paru. Namun, masih ada satu bukit lagi, yang harus saya daki sebelum matahari menerjang batas horison. Satu bukit lagi! Dan dari kaki bukit saya melihat Bama melambaikan tangannya, memberi tanda jika ia sudah sampai pada tempat yang harus kami tuju. Puncak Gunung Prau. Saya lupa detail […]

Read More

Suatu Siang di Griya Jenderal Yani

1 Oktober 1965, Jumat Legi, dini hari. Gemuruh suara mesin truk pengangkut pasukan Cakrabirawa bersandi Pasopati membelah keheningan ibukota. Suara sepatu prajurit berderap memecah senyap. Merangsek ke dalam hunian sang jenderal di area Menteng. Tak ada perlawanan berarti, belasan prajurit memasuki griya, sementara lainnya mengepung berjaga.

Read More

Merengkuh Sukuh di Lereng Lawu

Tanjakan itu masih panjang. Lintasan curamnya seolah berusaha menarik apapun yang melewatinya untuk meluncur ke bawah. Gravitasi adalah masalah bagi apapun yang berusaha mendakinya. Mobil yang kami tumpangi menggeram dalam, sementara aroma kampas kopling mulai merangsek ke dalam kabin demi usaha membawa kami ke atas. Kami semua menahan napas. Akhirnya kami tiba di ujung atas. Namun tepat […]

Read More