Tag Archives: Asia

IMG_2131

Menguak Misteri Kuliner Kalimantan di Signatures

Sampai saat ini, bagi saya Kalimantan adalah misteri. Pulau yang termasuk dalam lima pulau terbesar di Indonesia ini, masih belum terekam jelas dalam memori saya.

Hutan tropis yang lembab dan hijau, suku Dayak pedalaman dengan rupa dan riasan uniknya, serta hijau toska perairan yang masih asing terjamah adalah gambaran Kalimantan yang saya rekam dari media-media, selain pasar terapung di Banjarmasin yang terkenal itu.

Sehingga, ketika Signatures Restaurant dari Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menggelar Indonesian Food Promotion yang merupakan festival masakan dari lima wilayah kuliner di Indonesia, tanpa ragu-ragu saya menunjuk Kalimantan sebagai pilihan. Demi mengenal pulau satu ini lebih dekat.

Continue reading

03A

Nepal (3): Kathmandu, First Encounter

Adalah Tibet yang menjadi obsesi saya sejak kecil. Negeri yang berada di utara punggung Himalaya itu sudah bertahun-tahun menarik hasrat saya untuk traveling ke tengah Benua Asia. Namun karena beberapa masalah teknis, sampai saat ini saya belum berhasil kesana.

Di Kathmandu lah, untuk pertama kalinya saya berjumpa orang-orang dari negeri di atas awan tersebut. Penampakan mereka terlihat sangat eksotis. Wajah keras bermata sipit, dan terkadang sedikit mirip Indian, dengan guratan yang dalam. Bulir rambut mereka tebal dan kuat. Dengan kulit terang yang kuning kemerahan, akibat sering terpapar suhu dingin yang ekstrim. Perawakan mereka tampak kokoh, karena tempaan alam yang keras. Beberapa bagian atau lapis baju mereka, terutama wanitanya, terlihat tidak jatuh lembut, melainkan kaku.

Continue reading

Bersantap a la Sultan Yogya di Bale Raos

IMG_4990

Sebagai orang yang lahir di Yogyakarta dan jatuh cinta pada kota tersebut, maka menyantap gudeg menjadi agenda yang tidak boleh saya lewatkan setiap kali mengunjunginya. Bayangan akan kesedapan hidangan tersebut menjadi salah satu pengikat erat yang membuat saya ingin mengunjungi Yogyakarta lagi dan lagi.

Gudeg bukan hanya sekedar masakan, melainkan juga simbol yang mempersatukan banyak kalangan, karena ia bisa dinikmati mulai dari warung-warung kaki lima hingga resto-resto besar yang tertata rapi. Dan mungkin juga, masakan ini menjadi salah satu menu yang dihidangkan di atas meja makan Sultan Yogyakarta.

Namun begitu, sering terbersit dalam benak saya, rasa penasaran: seperti apakah sejatinya hidangan para Sultan dan keluarga Kesultanan Yogyakarta?

Atau, apakah ada menu-menu khusus yang dihidangkan di Bangsal Andrawina Istana? Continue reading

Chiang Mai (3): Grandeur of the Grandest

DSC_0613

Sisa reruntuhan Phra Dhatu Chedi Luang, Chiang Mai

Hal yang seringkali menjadi dilema pada saat traveling adalah, ketika terlalu sedikit waktu yang dimiliki, sementara banyak titik yang ingin dijelajahi. Mungkin sebagian orang akan memilih untuk memaksakan diri menyambangi semua titik yang sudah ditentukan dalam itinerary, dengan mengorbankan waktu dan kenyamanan. Sementara saya pribadi justru sebaliknya, cenderung akan mengorbankan jumlah tempat yang ingin saya kunjungi, demi kepuasan eksplorasi. Continue reading

Postcards from Krung Thep Mahanakhon

01

The pinnacles of Grand Palace, shows magnificent works of classic art.

I always rely on my digital cameras and iPhone for documenting my journey. As they are versatile, simple and easy for me to share the results, online! But one day, I was so bored with them. There was no challenge left, since they’re so instant and became predictable. Continue reading

Chiang Mai (2): Golden Crown of The Mountain

DSC01277

Sebagai mantan ibukota Kerajaan Lanna, tentunya Chiang Mai tak lepas dari kemegahan metropolitan a la masa silam. Bangunan-bangunan berukuran besar, benteng nan kokoh dan kuil-kuil pemujaan yang agung menjadi bagian dari lansekap kota. Meskipun kebesarannya telah berakhir pada beberapa abad yang lalu, namun jejaknya masih terasa hingga kini.

Continue reading

Chiang Mai (1): A Rose of the North

DSC01326

Gelap masih menyelimuti langit, ketika bus yang membawa saya dari Bangkok memasuki Chiang Mai. Udara pagi di bulan Februari pada utara Thailand terasa lebih dingin daripada AC yang menerpa semalaman. Pagi itu, saya dan tiga orang teman duduk setengah menggigil di terminal pusat Chiang Mai, sembari menunggu seorang kenalan yang akan memandu kami di hari pertama.

Setelah menunggu sekitar setengah jam. Ose, seorang kenalan yang direkomendasikan oleh salah satu teman di Indonesia, menjemput kami. Selama setengah hari di hari pertama itu, ia memperkenalkan kami pada Chiang Mai. Sebuah kota menyenangkan di utara Thailand, yang kekayaan budaya dan suasananya cukup bisa menandingi kebesaran Bangkok. Continue reading