Kini kami melaju di atas aspal yang mulus -untuk ukuran Nepal-. Jalan Raya Araniko yang menghubungkan Bhaktapur dan Kathmandu menyajikan pemandangan yang telah hilang dari mata kami sejak dua hari silam. Kumpulan bangunan kubus bertumpuk di sisi jalan dan di kejauhan, yang semuanya tersaput debu.
Jarak antara Bhaktapur dan Kathmandu tidaklah jauh, hanya berkisar lima belas kilometer. Dalam waktu sekitar empat puluh lima menit saja, kami mulai memasuki ibukota Nepal. Badan jalan mulai menyempit, dengan bangunan yang semakin padat di sisinya. Kerapatan kendaraan, lalu lalang manusia dan keriuhan suara klakson mendominasi kota. Semua tampak lebih sibuk, menghempaskan debu-debu ke udara. Continue reading



