9 Juni 1946, pukul 9.20 pagi.
“Sang Raja bunuh diri! Sang Raja bunuh diri!”, Chit -pelayan pribadi Raja Rama VIII- berteriak-teriak menggemparkan seisi Aula Singgasana Boromphiman yang menjadi kediaman resmi Raja Thailand di kompleks Grand Palace.
Dengan serta merta Ibu Suri Srinagarindra -diikuti Chit kembali- berlari memasuki peraduan Raja. Dan mereka menemukan Raja Ananda Mahidol (dibaca: Anand Mahidon) telah tewas terlentang bersimbah darah dengan luka tembak pada kepala, di atas ranjangnya. Sepucuk pistol American Army kaliber 45 tergeletak beberapa inchi dari tangan kirinya. Continue reading

