Tag Archives: Jalan-jalan di Kathmandu

Nepal (17): Cremation – Scenes of Life and Death at Pashupatinath

Segala yang bermula akan memiliki akhir. Begitu pula dengan perjalanan kami. Setelah sembilan hari di Nepal, akhirnya kami harus segera berpisah dengan negeri di kaki Himalaya itu. Entah kebetulan atau tidak, tapi yang tersisa dari itinerary kami adalah Kuil Pashupatinath, yang terkenal dengan upacara perabuannya. Selama 24 jam dalam sehari, kuil tersebut menjadi tempat persinggahan terakhir bagi mereka yang mati. Sebelum akhirnya meluruh menjadi abu. Kembali pada ketiadaan, ketika sisa raga dilarung pada sungai Bhagmati.

Continue reading

Nepal (13): The Garden of Dreams

Pernah pada suatu masa dalam perjalanannya, kekuatan perdana menteri Kerajaan Nepal beserta kroninya jauh lebih berkuasa daripada sang raja. Bahkan suksesi perdana menteri bukan ditentukan oleh titah raja, kesepakatan parlemen, ataupun suara demokratis rakyat. Melainkan diwariskan berdasarkan garis keturunan. Continue reading

Nepal (12): The Ancient Metropolis and The Living Goddes

Taksi mungil yang membawa kami menuruni area perbukitan Swayambhunath melaju gesit di dalam labirin Kathmandu yang berliku. Bergerak menusuk keriuhan dalam jalanan sempit yang diapit tembok-tembok bata tua mengangkasa. Inisiatif sang supir yang membawa kami memotong jalan melalui daerah penduduk yang padat justru saya syukuri, karena dengannya saya bisa melihat wajah Kathmandu yang renta namun menawan. Entahlah, rasanya itu semua eksotik. Di atas jalan yang beralas kubus-kubus batu dan bata, semua berpadu. Tua, muda, pria, wanita, warga biasa hingga para sadhu. Continue reading