Arjuna Homestay Pemuteran: a Sanctuary in the Alley

Keberadaan situs biorock terluas di dunia, karang-karang dangkal, posisinya yang lebih dekat ke surga snorkeling dan penyelaman Taman Nasional Bali Barat -juga Lovina-, serta suasananya yang lebih tenang, menjadi beberapa alasan yang membuat Pemuteran layak untuk diperhitungkan.

Ibarat harta karun ajaib, Bali adalah sebuah destinasi wisata di Indonesia yang tak ada habis-habisnya meskipun digali berulangkali. Selalu ada saja hal-hal menarik yang baru, atau belum tersentuh di pulau yang dihunjami ribuan pura ini. Bahkan setelah berpuluh-puluh tahun melalui masa booming kunjungan wisata, masih ada sisi-sisi pulau ini yang tetap alami dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya adalah Pemuteran.

Sejatinya Pemuteran adalah sebuah desa nelayan kecil, yang terletak di bagian barat laut pulau dewata. Berjarak sekitar 130 km dari Bandara Ngurah Rai Denpasar, tempat ini bisa dicapai dengan 3-4 jam berkendara, melalui bagian tengah pulau Bali yang mempesona.

IMG_4098

Salah satu pantai di Pemuteran, pada pagi hari yang mendung.

Berbeda dari pantai-pantai lain yang lebih terkenal di sisi selatan, Pemuteran tak memiliki hamparan pasir putih dengan sapuan kuas laut berwarna biru menggoda. Melainkan berpasir coklat hitam, yang membuat laut di Pemuteran lebih kelam jika dilihat dari bibir pantai. Tak ada dentuman musik hingar bingar, selayaknya Kuta yang riuh hingga tengah malam. Ataupun surfer-surfer yang memamerkan tubuh atletis mereka yang gosong terbakar matahari.

Meski tanpa pasir putih dan gulungan ombak, Pemuteran memiliki sisi-sisi yang menarik untuk dinikmati. Keberadaan situs biorock terluas di dunia, karang-karang dangkal, posisinya yang lebih dekat ke surga snorkeling dan penyelaman Taman Nasional Bali Barat -juga Lovina-, serta suasananya yang lebih tenang, menjadi beberapa alasan yang membuat Pemuteran layak untuk diperhitungkan.

IMG_4100-1

Diving day in Pemuteran.

A Sanctuary in the Alley

Pada setiap trip penyelaman, tak ada yang lebih penting daripada istirahat pada setiap jeda (surface interval) dan merehatkan diri di malam hari setelah seharian menguras tenaga di dalam air. Pilihan tempat menginap selalu menjadi masalah krusial yang menjadi pertimbangan. Dimana kemewahan tak melulu menjadi syarat, melainkan kenyaman dan ketenangan. Arjuna Homestay di Pemuteran adalah salah satu inapan yang memenuhi syarat tersebut.

Saya menginap di tempat ini ketika melakukan penyelaman di perairan Pulau Menjangan – Taman Nasional Bali Barat dan teluk Pemuteran, pada awal April 2015 lalu. Meskipun penandanya terletak pada pinggir jalan utama, namun aslinya penginapan ini berada sedikit agak masuk ke dalam gang. Jujur pada awalnya saya sempat kecewa, karena berpikir akan menginap pada akomodasi yang lebih dekat dengan bibir pantai. Namun, begitu saya melewati gerbang penerimaannya yang terbuat dari kayu berukir, pikiran saya segera berubah. Sebuah oase tenang langsung menyita pandangan saya. This is a sanctuary in the alley!

IMG_4050

Panorama area komunal Arjuna Homestay. Kolam berair bening yang dipayungi keteduhan pohon. Tenang dan menyenangkan.

Dari area penerimaan tamu, saya langsung bisa melihat bagian lain dari penginapan ini yang berada di dalam. Sebuah ruang makan yang bersandingan dengan dapur pada area semi terbuka, dengan arah pandang yang langsung menuju pada kolam renang yang dipayungi keteduhan pepohonan, membuat saya ingin segera merehatkan diri setelah berjam-jam terpaku pada kursi mobil.

Penginapan yang mulai beroperasi pada bulan Juli 2013 ini, memiliki enam belas kamar yang terletak pada sebuah bangunan memanjang berlantai dua. Kamar yang tersedia pada penginapan ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu: double, triple dan family (untuk empat orang). Sementara paket kamar yang menyatu dengan trip penyelaman bagi para diver juga disediakan oleh penginapan yang bekerja sama dengan dive operator, Dive Concepts, yang berkantor di area Arjuna Homestay.

arjuna-homestay-3

Kamar-kamar di Arjuna Homestay (photo: http://www.tripadvisor.co.au).

Meskipun dilengkapi oleh pendingin udara, setiap kamar langsung memiliki akses ke alam luar. Dimana pada lantai dasar teras-teras terbuka yang mengarah ke taman dan kolam renang melengkapi masing-masing kamar, sementara balkon-balkon yang dilengkapi dengan kasur santai menjadi bagian dari kamar-kamar di lantai dua.

Saya pribadi menyukai kamar pada lantai dua, karena balkonnya langsung menghadap pada barisan bukit hijau di kejauhan, yang menjadi benteng pemisah teluk Pemuteran dengan bagian lain pulau Bali di arah selatan.

IMG_4104

Deretan kamar di Arjuna Homestay Pemuteran, terbagi atas dua lantai.

Area kolam renang di Arjuna Homestay, merupakan salah satu titik penting dari inapan ini. Terletak pada taman, dengan naungan pepohonan rindang, dan dilengkapi dengan grojogan kecil yang menghadirkan suara gemericik air yang menenangkan. Kolamnya terbagi menjadi dua, bagian dangkal dan yang dalam. Dimana pada sisinya ditempatkan beberapa bean chair, serta meja kecil yang memungkinkan pengunjung untuk bersantai, bersosialisasi, sembari melepas lelah. Sementara pada sisi timur kolam, terdapat sebuah gazebo yang dilengkapi dengan massage table.

Selama menginap di Arjuna Homestay, area kolam renang ini menjadi favorit saya. Mulai dari sekedar menghabiskan waktu surface interval, hingga mengobrol dan online menikmati fasilitas WiFi yang disediakan oleh penginapan. Dan berbicara soal WiFi, akses internet yang dimiliki oleh Arjuna Homestay termasuk sangat cepat, tidak hanya pada area terbukanya saja, melainkan juga sampai ke dalam kamar.

IMG_4048

Area kolam renang, pusat oase Arjuna Homestay.

IMG_4055

Berenang, duduk santai atau massage? The choice is yours.

Selain kolam renang, area makan adalah fasilitas komunal lain yang sangat menyenangkan di Arjuna Homestay. Selain fungsi utamanya, di area ini saya sering menghabiskan waktu untuk online dan menulis, selama tinggal di Pemuteran. Dan karena dikelola oleh bule Perancis, aksen-aksen eksotis bersengau, menjadi latar belakang suara yang paling sering saya dengar selama berada di tempat tersebut. Mungkin penginapan ini merupakan salah satu yang sering direkomendasikan bagi para wisatawan penutur bahasa Perancis.

IMG_4056

Area makan Arjuna Homestay, terbuka dan semi terbuka.

main

Area makan (photo: http://www.arjuna-homestay.com)

Dive Concepts

Sesungguhnya, adalah Dive Concepts yang menjadi cikal bakal dari lahirnya Arjuna Homestay. Karena pada awalnya penginapan ini dibangun untuk mengakomodir operasi Dive Concepts yang ingin membuka cabang di area Pemuteran, selain kantor pertamanya yang berada di Tulamben.

Dive Concept sendiri menawarkan paket-paket wisata snorkeling dan diving, termasuk kursus bagi para wisatawan yang berminat namun belum memiliki sertifikat. Baik mereka yang memang tinggal di penginapan tersebut, maupun di penginapan lain yang berada di sekitarnya.

IMG_4061

Bersiap menyelam bersama Dive Concepts Pemuteran.

05

Selfie, setelah menyelam di perairan Pemuteran, dengan latar belakang perbukitan yang membentengi teluk.

Terlepas dari Anda ingin snorkeling, diving, atau sekedar melepaskan diri dari hiruk pikuknya pulau Bali. Maka Arjuna Homestay, adalah salah satu penginapan yang layak untuk dipertimbangkan. Memang penginapan ini agak masuk ke dalam gang, namun pantai Pemuteran yang santai serta situs biorock yang mengagumkan tersebut, bisa diakses hanya beberapa menit berjalan kaki saja dari penginapan ini.

Harganya yang terjangkau, dengan fasilitas yang baik dan bersih, serta tempatnya yang nyaman, menjanjikan sebuah kunjungan yang tak terlupakan di bagian barat laut pulau Bali yang tenang.


Screen-Shot-2015-11-10-at-2.01

Arjuna Homestay Pemuteran
Jl. Arjuna, Desa Pemuteran,
Gerokgak Buleleng, Bali
+62 812 3635 1739 / +62 36 2343 7304
info@arjuna-homestay.com
http://www.arjuna-homestay.com

Protected by Copyscape Online Plagiarism Software

Advertisements

38 thoughts on “Arjuna Homestay Pemuteran: a Sanctuary in the Alley

  1. Rifqy Faiza Rahman

    Mas, sumpah saya kira njenengan fotonya itu kayak orang Mongol atau PInoy lah, mirip 😀

    Tapi bener deh, saya lebih suka Bali yang kayak Pemuteran gitu. Tenang, ga ada gedebuk gedebuk disko sepanjang malam 🙂

    Liked by 1 person

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Hahaha kalau di India, malah dikirain orang India juga, tapi dari negara bagian Sikkim. Dan pas di Nepal, sering disangkanya aku ini orang lokal. Berarti wajahku pasaran banget di beberapa negara ya Qy?

      Sama Qy, aku juga lebih suka bagian Bali yang tenang. Amed, Tulamben masih lumayan sepi juga, meski dekat dengan bagian selatan. Dan pedesaan di Bali tengah juga menyenangkan.

      Liked by 1 person

      Reply
      1. Rifqy Faiza Rahman

        Hahaha, bukan pasaran mas, tapi punya kemampuan adaptif di tempat mana pun 😀

        Iya nih, jadi pengen ke sisi-sisi Bali yang tenang dan sepi 🙂

        Liked by 1 person

  2. Gara

    Yang selalu saya ingat dari Pemuteran adalah… kucing. Kucing, kucing, kucing jinak di mana-mana, kucing penjaga yang amat setia, batas barat dari kompleks pura penguasa lima mata arah di Bali barat laut. Teluk Terima, Labuhan Lalang, dan tentu saja, Menjangan :haha. Doh, Menjangan!
    Dan kalau saya boleh mengoreksi sedikit, strip bukit hijau itu tidak hanya memisahkan Teluk Pemuteran saja, melainkan seluruh Buleleng dengan sisa pulau Bali :hehe, kita orang Denbukit! *terus jadi kritis :haha*. Cuma memang di daerah Pemuteranlah bukit itu mencium laut sebagai batas paling barat :)). Ke sebelah tengah lagi ada Pulaki, Pabean, Melanting dan Kerta Kawat. Kalau mau eksplor Buleleng ajak-ajak ya Mas :hoho. Hashtag-nya #ngubekbuleleng :hihi.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Ooo jadi kalau begitu boleh dibilang Buleleng adalah kerajaan di balik bukit ya? Secara alami bisa menjadi pelindung kerajaan tersebut dari serangan di selatan.

      Ah beneran ya? Kalau mau eksplor Buleleng aku kontak dirimu. Emang aslimy Buleleng, Gara?

      I love cats anyway 🙂 *toss telapak kucing*

      Liked by 1 person

      Reply
      1. Gara

        Iya, memang Buleleng inert dari huru-hara di Selatan (Bedahulu, Gelgel, Klungkung, Badung, Karangasem), cenderung damai dan baru aktif pada masa kolonial.
        Orang tua saya asli Sangsit :hehe, tempat Pura Beji yang terkenal itu :hihi. Ada satu postingan tentang Sangsit di blog saya kalau berkenan boleh dibaca :hehe *promosi* *kabur*. Kalau saya sih asli Indonesia :haha.

        Liked by 1 person

      2. BaRTZap Post author

        Aku pikir dari Karangasem. Pura Beji itu yg ada relief motornya bukan sih? Siip, nanti aku mampir ke tulisanmu. Pasti bakal dapat info tambahan yang banyak 😊😊

        Liked by 1 person

      1. Bulan

        Ayok!!! Beneran aku pengen kabur macam sebulaaaan gitu. Gak ngapa2in, gak mesti kerja, blogging saat pengen aja, dan sehari-hari ya hidup santai, jalan2, kelilingan naik sepeda, snorkeling, roadtrip, blablabla gitu.

        Liked by 1 person

      2. BaRTZap Post author

        O iya India murah bangeeet. Stay di daerah-daerah pegunungannya. Uttarakhand, Himachal Pradesh atau Sikkim. Vietnam murah ya? Aku pikir di sana bakal mahal, karena merema main-mainnya pakai dollar 😊

        Like

      3. Bulan

        Eh enggak kok, Vietnam gak main pake dollar. Tetap Dong, kecuali di bagian Hanoi aja sih beberapa provider pakai bar-nya dollar, tapi ttp bisa bayar pakai Dong kok.

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s