Mengenal Biorock di Pemuteran

Bio-Rock%20structure_4710

Struktur Biorock di Pemuteran, Bali Barat (foto oleh: EunJae Im)

Pantai di Pemuteran (Bali Barat) bukanlah pantai tropis yang menjadi tipikal idaman saya. Pasirnya berwarna coklat kehitaman dengan air yang berwarna hijau gelap. Sehingga saya berpikir, bawah lautnya pun akan biasa-biasa saja. Maka, ketika saya ditawarkan untuk menyelam di salah satu situsnya yang bernama Biorock, saya menerimanya hanya karena saya masih ingin menyelam sekali lagi di hari itu.

Hari sudah larut sore, ketika kami berjalan menyusuri pantai di dekat Taman Sari Resort sambil menggotong tabung compressed air di punggung. Penyelaman kami sore itu merupakan shore dive, karena situs penyelaman Biorock terletak seharusnya tidak jauh dari bibir pantai.

Segera setelah entry, kami melalui hamparan dasar berpasir luas, sambil sesekali diselingi oleh padang lamun. Lima belas menit sudah kami menyelam, dan posisi kami semakin dalam, namun situs penyelaman Biorock yang kami tuju belum terlihat juga. Arya yang menjadi dive guide kami pun terlihat sedikit disorientasi, sehingga ia perlu meminjam kompas dari salah satu dive buddy kami.

Setelah mengubah arah dan menyesuaikan diri dengan petunjuk kompas, kami menemukan sebuah area yang dipenuhi oleh patung-patung dan bangunan batu serupa candi. Namun kami tidak berlama-lama di situ, karena sepertinya beberapa diver lainnya kurang menikmati area tersebut. Mungkin karena sinar matahari yang menembus air semakin redup, sehingga menciptakan kesan mistis di situ.

2015_0412_160607_005

Menyelam di antara patung-patung di dasar laut.

Kami sedikit berputar balik ke arah kiri, dan tidak berapa lama kemudian menjumpai area berpasir yang dipenuhi oleh struktur buatan dengan bermacam-macam bentuk, yang di atasnya dipenuhi oleh karang yang beragam jenis, bentuk, dan warnanya. Akhirnya kami sampai di Biorock.

Di luar bayangan saya, ternyata situs penyelaman Biorock ini sangat indah. Karena kumpulan karang yang terlihat sehat, memenuhi area tersebut. Berbeda dari perjalanan kami sebelumnya, yang jarang ditemani oleh ikan. Maka struktur buatan yang menjadi dasar Biorock membentuk ruang-ruang yang dipenuhi ikan dan mahluk laut lainnya yang tersebar di antara karang.

Sayangnya, pada waktu itu saya hanya membawa action cam saja, sehingga dokumentasi yang saya hasilkan hanya a la kadarnya, dan sisanya berupa video.

Untitled-3

Apa itu Biorock?

Biorock© yang juga dikenal sebagai Seacrete (Sea Concrete) atau Seament (Sea Cement) adalah sebuah nama dagang yang dimiliki oleh Biorock Inc., merujuk pada zat-zat yang terbentuk melalui proses elektro akumulasi dari mineral yang terlarut di dalam air laut.

Metoda Biorock© didasarkan pada Mineral Accretion Process (MAT) atau Proses Pertumbuhan Mineral, yang ditemukan, dikembangkan, dan dipatenkan oleh alm. Professor Wolf Hilbertz, seorang arsitek dan ilmuwan kelautan.

Konsep penambangan mineral yang secara alami terlarut dalam air laut, awalnya disadari oleh Prof. Hilbertz sebagai cara untuk menghasilkan bahan-bahan konstruksi yang setara dengan beton. Beliau kemudian menyadari bahwa penemuannya mempunyai potensi yang lebih besar dan dapat diaplikasikan pada banyak kebutuhan kelautan. Di antaranya termasuk konstruksi dan restorasi dari habitat karang, kultur kelautan, kontrol erosi, pengayaan garis pantai, penghalang ombak dan beberapa fungsi-fungsi khusus lainnya.

Riset dan percobaan lanjutan oleh beliau selama tahun 1970an dijadikan dasar sebagai bentuk modern dari proses yang kemudian dipatenkan, dan saat ini dikenal sebagai Teknologi Pertumbuhan Mineral (Mineral Accretion Technology – MAT).

Sejalan dengan Prof. Hilbertz melanjutkan pengembangan dari MAT, beliau mulai menggabungkan penggunaannya dalam perancangan dan konstruksi dari berbagai macam bentuk kebutuhan kelautan.

Pada tahap awal  implementasi, diamati bahwa proses tersebut meningkatkan pertumbuhan dari organisme laut pada dan di sekitar struktur yang dipengaruhi oleh proses. Sehingga mengawali usaha-usaha kolaborasi dari Prof. Hilbertz dengan Dr. Thomas J. Goreau yang merupakan seorang ahli biologi kelautan. Kerjasama inilah yang kemudian melahirkan metoda Biorock©.

Team tersebut melanjutkan riset dan pengembangan yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade, yang sayangnya berakhir pada meninggalnya Prof. Hilbertz secara mendadak di tahun 2007. Pengembangan lebih jauh dari metoda Biorock© selanjutnya dipimpin oleh Dr. Goreau yang menjabat sebagai Presiden dari Global Coral Reef Alliance dan dibantu oleh banyak sukarelawan multinasional.

Metoda Biorock© dan Kelebihannya

Dengan menggunakan arus listrik lemah -yang cukup aman bagi organisme dan penyelam- yang dialirkan ke struktur konduktif yang dibenamkan di bawah air, maka mineral-mineral yang terlarut di dalam air laut seperti kalsium, magnesium dan bikarbonat akan mengendap dan menempel pada struktur tersebut. Hasilnya adalah substrat komposit dari brusit hidromagnesit dan kapur, dengan kekuatan mekanis yang setara dengan beton. Karena didapatkan dari air laut, material ini setara komposisinya dengan substrat karang-karang alami.

BIOROCK-Schematic

Skema Biorock (sumber: http://www.inktalks.com)

Bermacam-macam jenis karang alami baik yang keras (hard coral) maupun yang lunak (soft coral), kemudian dapat dicangkokkan pada struktur konduktif Biorock©, dan terbukti karang-karang tersebut kemudian tumbuh dengan sangat baik pada substrat buatan yang dihasilkan. Tidak hanya itu saja, medan listrik pada struktur konduktif tersebut juga menarik banyak mahluk-mahluk laut seperti ikan, kepiting, kerang, tunicates, gurita, lobster, dan landak laut.

Untitled-1

Struktur Biorock yang telah dipenuhi bermacam jenis karang.

Kelebihan lain dari Biorock© adalah kemampuannya mendorong pertumbuhan karang, dengan kecepatan berkisar antara lima sampai enam kali lebih cepat daripada pertumbuhan karang secara alami. Dimana kita ketahui, di alam bebas karang-karang tumbuh secara alami hanya beberapa centimeter saja per tahunnya.

Selain relatif murah, metoda Biorock© ini terbukti lebih kuat dalam menghadapi ancaman-ancaman dari alam seperti pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut. Bukti paling menonjol adalah di Maladewa (Maldives) ketika terjadi pemanasan di tahun 1998, dimana hanya sekitar 5% dari karang alami yang dapat selamat. Pada karang-karang Biorock©, sebanyak 80% dari karang-karang tersebut tak hanya selamat, melainkan justru tumbuh berkembang!

Selama masih ada arus yang mengalir, karang-karang yang ditumbuhkan pada struktur Biorock© dapat memulihkan dirinya dengan cepat jika terjadi gangguan alam dan kerusakan secara mekanis, seperti misalnya patah tanpa sengaja.

Jadi pada dasarnya metoda ini bergantung pada prinsip yang sangat sederhana, yaitu reproduksi melalui proses elektrolisis dari reaksi alami yang terjadi antara karang, air laut, matahari dan mineral-mineral yang terlarut. Dalam hal ini, metoda Biorock© hanya bertindak sebagai katalis yang mempercepat proses dan reaksi tersebut.

Biorock© di Pemuteran

Terdapat puluhan situs Biorock© di seluruh dunia, yang tersebar di Karibia, Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Asia Tenggara. Namun diakui, situs Biorock© yang ada di Pemuteran merupakan yang terbesar dari semuanya, bahkan masih lebih besar dibandingkan dengan jika keseluruhan situs-situs Biorock© yang lainnya dijadikan satu. Indonesia bisa berbangga hati dengan prestasi ini.

4668

Kumpulan ikan pada struktur Biorock di Pemuteran. (foto oleh: EunJae Im)

Biorock© di Pemuteran diinisiasi dan dikelola oleh Yayasan Karang Lestari. Diawali oleh keprihatinan akan rusaknya ekosistem laut di sekitar desa Pemuteran. Dimana sebenarnya daerah tersebut mempunyai ekosistem terumbu karang air dangkal terluas di Bali.

Hampir lima belas tahun setelah penanaman struktur Biorock© pertama di Pemuteran, kini terhitung ada sekitar 60 struktur yang telah ditanam dan berkembang dengan total panjang mencapai 300 meter pada area seluas 2 hektar. Menjadikannya sebagai proyek Biorock© terbesar di dunia hingga saat ini.

Bio-Rock%20structure_4713

Struktur Biorock dengan foto profil dari Prof. Hilbertz, di Pemuteran. (foto oleh: EunJae Im)

Karena karakteristik ekosistem terumbu karang air dangkal di Pemuteran, maka menjadikan situs satu ini sebagai spot yang bisa dinikmati, baik oleh para penyelam maupun snorkeler. Beberapa jenis ikan dan hewan laut pun bisa ditemukan dengan mudah di sini, di antaranya adalah: Blackspot Snapper (Lutjanus ehrenbergii), Giant Sweetlip (Plectorhinchus obscurus), Bigeye Barracuda (Sphyraena forsteri), Butterflyfish (Chaetodontidae), Damselfish (Pomacentridae), Parrotfish (Scaridae), Lionfish (Pterois), Scorpionfish (Scorpaenidae) dan masih banyak lagi lainnya.

Untitled-2

Devil Firefish (Pterois miles) terlihat di antara struktur karang Biorock.

Meskipun Biorock© merupakan ekosistem buatan, namun dengan semua kelebihan dan potensi yang sanggup dibangunnya, menjadikan teknologi satu ini sebagai salah satu penemuan paling inovatif dalam dunia kelautan. Dan kita sebagai orang Indonesia cukup beruntung, karena dapat dengan mudah mengakses dan menikmati situs satu ini.


Divelog

Log number: 19.
Dive site: Biorock, Pemuteran, West Bali.
Average Depth: 21.2 meters.
Time: 70 minutes.
Dive Operator: Dive Concepts, Pemuteran – http://www.diveconcepts.com

04

Dove in Biorock, Pemuteran.

Protected by Copyscape Online Plagiarism Software

19 thoughts on “Mengenal Biorock di Pemuteran

  1. Bama

    Wow, gak nyangka karang yang tumbuh di Biorock bisa selebat itu. Tapi setelah sekian lama masih diperlukan aliran listrik dari darat atau si Biorock dapat mensustain diri sendiri supaya terumbu karang bisa terus tumbuh?

    Btw, aku kayaknya malah suka deh mengeksplor patung-patung bawah air itu. 🙂

    Like

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Iya Bam, dan anehnya cuma di Indonesia aja yang bisa berhasil sampai sebaik ini. Biorock-biorock di tempat lain harus sedikit berjuang untuk bisa sebaik ini.

      Aliran listrik tetap diperlukan terus menerus, supaya Biorock bisa tetap tumbuh dan merecovery dirinya jika terjadi gangguan dan kerusakan, dalam rate yang sama. Tapi sekarang sudah mulai dikembangkan sumber listrik yang berasal dari panas matahari, gelombang, dan sebagainya. Intinya ini proyek yang inovatif dan kreatif.

      Bener banget. Aku juga berencana untuk ke Pemuteran lagi, mengeksplor situs patung-patung bawah airnya. Kabarnya di sana ada situs khusus yang bernama Pura Bawah Laut, kalau melihat dari gambarnya sih keren banget. Dan menurut perhitunganku akan jauh lebih baik, kalau dieksplor pada waktu matahari masih bersinar terang. Pagi atau siang lah …

      Like

      Reply
  2. Indah Susanti

    Dulu pernah baca ini di majalah menyelam-nya Belanda..emang kayaknya yang di Pemuteran Bali terkenal banget di penjuru dunia. Belum kesampaian menyelam di sana 🙂 Bagus liputannya, jadi inget beberapa istilah di majalah Belanda yang agak membingungkan, sekarang jadi lebih ngerti 😀 😀

    Liked by 1 person

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Aku doakan, semoga nanti ada waktu dan rejeki untuk menyelam di Biorock Pemuteran. Amiiin 🙂

      Terimakasih mbak, senang juga bisa membantu memperjelas beberapa istilah yang sebelumnya masih membingungkan 🙂

      Like

      Reply
    1. BaRTZap Post author

      Silahkan berkunjung mas, cukup menjanjikan untuk dilihat-lihat kok. Soal reef bowl saya baru dengar malah. Terimakasih info tambahannya ya …

      Like

      Reply
    1. BaRTZap Post author

      Semoga bisa jadi ilmu yang bermanfaat ya 🙂

      Betul, ekosistem karang sangatlah rapuh, begitu banyak kegiatan manusia terutama di era modern ini yang mengancam kelestarian mereka.

      Harus banget. Aku rekomendasikan banget situs Biorock di Pemuteran ini 🙂

      Like

      Reply
    1. BaRTZap Post author

      Salam kenal juga 🙂

      Untuk listriknya, ada semacam gardu nya sumber listriknya gitu di pantai. Di beberapa tempat juga mulai dikembangkan pemanfaatan listrik tenaga matahari dan gelombang air laut, jadi sumber listriknya dipasang pada alat semacam pelampung.

      Like

      Reply
      1. bukanrastaman

        ooh, keren banget ya mas. cocok nie mungkin kalo mau dijadikan bahan tugas akhir bagi mahasiswa di Indonesia..

        denger2 metode ini juga paling sukses di Indonesia ya cmiiw

        Like

  3. Pingback: Arjuna Homestay Pemuteran: a Sanctuary in the Alley | BARTZAP.COM

  4. senangsenangyuks

    Wuaa keren, dapat pengetahuan baru juga *ke mana aja kami???*
    Itu emang menimbulkna kesan mistis mas. Gambarnya juga koq. *si penakut menyelam dalam*.
    Bangga juga jadi site Biorock terbesar di dunia. keren ini mas artikelnya. ❤

    Liked by 1 person

    Reply
  5. Pingback: [+Video] Snorkeling dan Freediving di Tanjung Karang Donggala | BARTZAP.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s