Kereta Api Gajayana: Jalan-jalan Nyaman ke Kota Idaman

jalan-jalan-nyaman-ke-kota-idaman-dengan-kereta-api-gajayana-bartzap-dotcom

Mewah dan berkelas. Itu adalah kesan pertama yang saya dapatkan ketika memasuki rangkaian gerbong kereta api Gajayana. Tak heran, karena saat ini kereta api Gajayana merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Gerbong terbarunya -yang diproduksi pada tahun 2017- memiliki interior yang mewah, dengan jarak antar kursi yang lega, serta dilengkapi dengan fasilitas hiburan yang menjanjikan perjalanan penuh kesan.

Sejarah Gajayana

Kereta api Gajayana mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 28 Oktober 1999, dengan melayani jalur Jakarta – Malang dalam kelas bisnis serta eksekutif. Namun, kereta ini hanya dua tahun saja beroperasi dalam dua kelas sekaligus. Karena pada tahun 2001 -setelah penggantian gerbong, dengan yang baru-, kereta ini kemudian dikhususkan hanya melayani kelas eksekutif saja.

malang-jadwal-gajayana-jalan-jalan-nyaman-ke-kota-idaman-dengan-kereta-api-gajayana-bartzap-dotcom
foto: baimmuhammad.wordpress.com

Nama rangkaian Gajayana sendiri diambil dari nama salah seorang raja termasyhur Kerajaan Kanjuruhan.  Yang berpusat di kawasan Dinoyo, dan kemudian menjadi cikal bakal sejarah kota Malang. Hingga saat ini, sebuah situs yang -kemungkinan merupakan bangunan keagamaan umat Hindu- sesuai dengan prasasti Dinoyo yang menjadi penanda kerajaan tersebut pun masih terjaga baik di belakang salah satu restoran cepat saji ternama di seputaran kampus Universitas Brawijaya.

Sehingga, tak salah jika nama Gajayana disematkan bagi rangkaian kereta ini. Yang akan selalu mengingatkan penumpangnya pada kota Malang.

Gerbong yang Mewah dan Nyaman

Hanya ada 52 kursi penumpang dalam setiap gerbong kereta api Gajayana, yang masing-masing dibungkus dengan kulit nan nyaman, serta dilengkapi dengan pijakan kaki. Kursi-kursi itu dapat dihadapkan ke depan seluruhnya, atau diputar sehingga berhadapan satu sama lain.

Demi menambahkan kenyamanan, sandaran kursinya pun dapat disesuaikan.  Dan tak hanya itu, PT KAI juga melengkapinya dengan satu set selimut dan bantal, yang disediakan tanpa ongkos tambahan bagi setiap penumpang.

Berbeda dari kelas ekonomi yang rak bagasinya terbuat dari besi biasa, maka bagasi pada gerbong-gerbong kereta api Gajayana dirancang selayaknya kabin pesawat terbang. Yang tentunya jauh lebih aman, dan meningkatkan kenyaman perjalanan.

gerbong-jalan-jalan-nyaman-ke-kota-idaman-dengan-kereta-api-gajayana-bartzap-dotcom
foto: baimmuhammad.wordpress.com

Kota-kota yang Dilewati: Semuanya Menarik!

Kereta api Gajayana mengambil jalur operasi selatan Jawa yang membentang sepanjang 907 kilometer, dan melalui kota-kota yang menarik. Tak heran jika kemudian kereta api ini menjadi favorit para traveler untuk menuju kota idaman mereka.

Selain menuju kota Malang yang terkenal dengan kesejukan udara dan pemandangan alamnya yang indah, kereta api Gajayana juga banyak digunakan oleh penumpang yang akan bertandang ke Yogyakarta. Yang merupakan salah satu kota paling menarik di Jawa, dan kaya akan khasanah wisata budaya, kuliner, serta keindahan bentangan alamnya.

Selain itu, Gajayana juga menjadi favorit para penumpang yang ingin menghabiskan waktunya di Solo. Yang meskipun terletak tak jauh dari Yogyakarta, namun memiliki keunikan tersendiri dari segi kuliner dan budaya, serta keramahan warganya yang menenteramkan.

View this post on Instagram

Setelah berkali-kali kunjungan ke Yogyakarta, akhirnya saya bisa mampir juga ke Kotagede yang dahulu merupakan ibukota Kerajaan Mataram Islam. . Sekilas bangunan-bangunan di Kotagede mengingatkan saya pada Kudus, kota tempat saya menghabiskan masa kecil. Benteng-benteng bata merah dengan detail ukiran, kayu-kayu berukir penambah aksen, hingga prinsip tata ruangnya. . Objek-objek bersejarah macam ini selalu berhasil membuat saya berimajinasi tentang bagaimana orang-orang di masa lalu menjalani hari-harinya. Dan seandainya waktunya cukup, tempat semacam ini bisa membuat saya betah berlama-lama. Favorit pokoknya! . O iya, kalau kalian apa objek kunjungan favoritnya? . . . . . #stayandwander #instatravel #nomadstories #wonderful_location #Fujifeed #GoFUJIFILM #Fujifilm_id #XT20_id #35mm #fujinon35mm #_53mm_ #asalpiknik #livefolkindonesia #SDMtravels #lifeofadventure #lifefolktakeover #folkmagazine #beautifuldestinations #yogyakarta

A post shared by Indonesian Travel B(V)logger (@bartzap) on

View this post on Instagram

Gua Sunyaragi (Sunyaragi Cave) is the former water palace for the sultans of Cirebon. Mostly formed from sea-rocks. It was surrounded by water, ponds, bathing pools and waterfalls. Its name derives from the words 'sunyi raga', means 'silent body'. . Sunyaragi served as a meditation place for the sultans, with caves and resting platforms hidden behind curtains of falling water. Allowing serenity and peacefull from the world crowd. . It's not a big palace, but you could get lost in its labyrinth, if you're not careful enough. . #SDMtravels #folkmagazine #beautifuldestinations #stayandwander #instatravel #nomadstories #fujifeed #fujifilmx70 #GoFUJIFILM #Fujifilm_id #wonderful_location #X70_id #vsco #vscocam #tealandorange #livefolkindonesia #matanusantara #asalpiknik @asalpiknik #letstravelindonesia @letstravelindonesia #cirebon

A post shared by Indonesian Travel B(V)logger (@bartzap) on

Sementara Cirebon, Purwokerto, dan Kediri adalah kota-kota menarik lainnya yang juga dapat dicapai dengan menggunakan kereta api Gajayana. Kota-kota tersebut cukup populer akan keunikan kulinernya, yang terkadang tak dapat ditemukan di tempat lainnya. Seperti kelezatan tahu kuning khas Kediri, tempe mendoan a la Purwokerto, atau nasi jamblang dan empal gentong asli Cirebon yang menggoda. Jangan heran jika kemudian banyak traveler yang rela untuk menempuh perjalanan jauh ke kota-kota tadi, demi mencicipi itu semua.

Jadwal Kereta Api Gajayana

Dari Jakarta, kereta ini bertolak melalui Stasiun Gambir pada pukul 17.45 WIB dan tiba di Malang pada pukul 09.20 WIB. Sementara untuk arah sebaliknya, kereta api Gajayana berangkat pada pukul 13.30 WIB dari Stasiun Kotabaru Malang dan tiba di Stasiun Gambir Jakarta pada pukul 04.30 WIB.

jadwal-gajayana-jalan-jalan-nyaman-ke-kota-idaman-dengan-kereta-api-gajayana-bartzap-dotcom
foto: akurat.co

Dengan rute jalur selatan dan jarak tempuh yang panjang, kereta ini menghabiskan waktu sekitar 14 jam di perjalanan. Tapi kalian tak akan bosan, karena pemandangan pada sepanjang jalur Jakarta menuju Malang sangatlah menarik, terutama ketika matahari telah kembali terbit.

Pengalaman memasuki terowongan di perbatasan Malang dan Blitar akan meninggalkan kesan yang menarik ketika menaiki kereta api Gajayana. Karena kereta ini tiba di sekitar Blitar ketika matahari telah cukup tinggi, sehingga sensasi perubahan dari terang ke gelap gulita akan langsung terasa. Seru banget deh pokoknya!

*****

*foto header: Andriawan Pratikto
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software

Advertisements

Posted by

a Globetrotter | a Certified Diver: PADI Advance Diver and AIDA** Pool Freediver | a Photography Enthusiast | a Laboratory Technician.

111 thoughts on “Kereta Api Gajayana: Jalan-jalan Nyaman ke Kota Idaman

  1. Wah gerbong keretanya bagus banget! Terlihat modern, lapang, dan bersih. Udah lama gak pergi-pergi naik kereta nih, dan baca postingan ini jadi timbul beberapa ide. 🙂 Btw, kamu habis ke Kotagede to. Itu salah satu bagian dari Jogja yang sampai sekarang belum kesampaian juga aku kunjungi. Tapi memang meskipun sudah lumayan banyak kunjunganku ke Jogja sejak kecil, masih buanyak lokasi-lokasi menarik yang terlewatkan sih. Semoga di lain kesempatan.

    Liked by 1 person

    1. Iya Bam, aku juga gak sengaja naik Gajayana pertamakali pas ke Cirebon dadakan. Enak dan nyaman juga interiornya. Aku sih kepikiran road trip Jawa pakai kereta. Yuk kita cobain, kalau kemarin itu khan udah setengah Jawa pakai mobil 🙂

      Iya, aku ke Kotagede bulan lalu. Tapi juga cuma sebentar aja, agak terburu-buru. Pengen balik ke sana lagi, agak pagian dan agak luang waktunya. Malah kayanya nginep di sana juga enak, jadi bisa lebih menyesap auranya -halah- 😀

      Aku juga masih punya banyak utangan di Jogja, harus balik ke sana lagi dan lagi nih.

      Liked by 1 person

  2. Enaknya tinggal di pulau Jawa adalah bisa jalan-jalan pakai kereta api. Pilihannya juga beragam. Suka banget liat kereta api modern yang sebersih ini. Rasanya menempuh perjalanan panjangpun lelahnya ngga begitu terasa, ya😀. Dan aku kangen naik KA hahahaha. Soalnya di Medan KA nya ngga begini. Ya palingan kereta Railink yang ke bandara doang yang oke.

    Liked by 1 person

    1. Nah iya, aku juga kepikiran gitu. Seandainya aja di Sumatra dibangun jalur kereta yang mumpuni dengan gerbong-gerbong yang menarik, pasti asik deh. Dan pastinya lebih aman yaaa. Soalnya selama ini aku kepikiran buat road trip Sumatra, tapi ada beberapa titik yang kayanya rawan banget.

      Hmm tapi, kayanya mbak Molly harus nih main-main ke Jawa dan nyobain naik kereta untuk nyambangin beberapa kota.

      O iya, aku juga penasaran pengen nyobain Railink Bandara Kualanamu itu. Jakarta malah kesalip nih 🙂

      Like

      1. Iya Mas, jalur Sumatera masih banyak hutannya dan beberapa titik memang rawan. Jadi pasti lebih nyaman kalau seandainya ada trans Sumatera gitu. Kalau ngga salah zaman penjajahan Belanda dulu sempet ada jalurnya, siy. Tapi ngga tau kenapa kok sekarang malah ngga dimanfaatkan lagi.

        Aku mau banget niiiih kalau bisa jalan-jalan sepanjang pulau Jawa naik kereta😍. Dulu pas masih kuliah di Bandung aku paling sering ya naik KA ke Jakarta atau Jogja hahaha. Rute paling jauh Bandung-Surabaya😊. Dan bakal seneng kalau ada temen seperjalanan biar ngga boring😀. Oya, kalau next ada kunjungan ke Medan memang kudu cobain naik Railink nya, Mas. Aku yang belum nyoba dari Soetta, nih😊

        Liked by 1 person

      2. Iya, betul. Aku sempat ke Sumbar waktu itu, pulang kampung ke Bukittinggi dan lihat jalur kereta yang terbengkalai di sekitaran Lembah Anai. Aku pikir-pikir, kalau misalnya diaktifkan kembali khan menarik. Ya paling nggak kereta-kereta wisata dari kayu peninggalan Belanda nya lah, yang jarak-jarak pendek. Apalagi kalau misalnya dibangun kereta trans Sumatra.

        Dengan perkembangan teknologi engineering yang semakin maju, harusnya sih memungkinkan ya. Orang yang bawah laut dan nyebrang laut aja udah bisa sekarang ini. Mungkin, tinggal nunggu waktu aja. Dan nunggu dana pastinya 🙂

        Insya Allah, kalau ada waktu ke Medan pasti aku harus cobain itu Railink nya Kualanamu.

        Kalau yang dari Soetta, aku sendiri baru coba yang antar terminal aja. Soalnya kalau buat aku yang tinggal di Bogor, seandainya ke Stasiun Sudirman dulu di downtown Jakarta malah gak efisien.

        Like

      3. Betul, Mas. Aku juga heran kenapa jalur kereta jarak pendeknya juga ngga aktif lagi sekarang. Dan pingin banget satu saat ada semacam kereta wisata supaya kita bisa menikmati perjalanan darat dengan cara yang berbeda. Pasti asik kan, ya😀.

        Oya buat warga Bogor memang jadi kurang efisien kalau harus ke Sta. Sudirman Baru dulu sebelum sampai ke bandara ya. Muter-muter malahan😊.

        Liked by 1 person

  3. Jalan jalan naik kereta api di Indonesia memang belum pernah aku lakukan, setelah membaca tulisan ini aku jadi terinspirasi pengen ke Malang naik kereta apalagi Malang adalah salah satu kota destinasi yang aku ingin datangi. Terima kasih ya mas Bart

    Liked by 1 person

      1. Aduuuh, 24 jam terbangnya kalau ke Washington. Gak kebayang deh. Pada dasarnya aku gak terlalu menikmati penerbangan, suka nervous gitu. Kalau naik kereta sih bisa jalan-jalan seandainya bosen. Kalau di pesawat khan susah. Kecuali kalau dapat maskapai yang terbangnya pakai Airbus A380 dink. Mungkin enak hahahaha.

        Like

  4. Wow.. Keretanya keren banget. Sudan terbayang, pasti menyenangkan sekali duduk di dalamnya sambil mengamati kota-kota yang dilalui. Aku selalu suka trip dengan kereta api, karena serasa menonton film secara langsung melalui jendela kereta sambil melihat kehidupan penduduk di daerah yang dilewati. Sayang sekali, jadwal keretanya menurutku cocok buat orang kerja saja, karena berangkat sore dan tiba pagi di Malang. Meskipun jadwal dari Malang terbilang lebih awal, tetap saja, kebanyakan waktu akan dihabiskan untuk tidur, bukannya menikmati pemandangan. Mungkin kalau Bart naik kereta ini lagi, bisa diberikan saran untuk membuka rute dengan jadwal dimana bisa menikmati siang secara maximum 🙂

    Liked by 1 person

    1. Betul mbak, memang kereta ini lebih banyak menghabiskan waktunya di malam hari. Tapi lumayan sih di awal berangkat dan akhir dari arah Jakarta nya adalah senja dan di awal pagi. Kalau yang balik dari Malangnya yg kurang pemandangan di area Jawa Tengah dan Jawa Baratnya.

      Entah kenapa ya, sebenarnya perjalanan dengan kereta api itu terasa romantis.

      Like

  5. Wuih bangus banget interiornya. Terlihat lega, rapi, dan terang. Kalau perjalanannya sampai belasan jam, wajar lah bayar lebih mahal buat nikmatin kenyamanan.. *padahal Jkt-Bdg aja kadang-kadang manja naik eksekutif* 😂

    Liked by 1 person

    1. Hahaha iya, sama. Tapi kalau misalnya eksekutifnya masih masuk akal harganya, aku sih ayo aja. Kaya misalnya Bandung – Jakarta pp, belakangan aku lebih suka naik kereta juga sih, soalnya kalau pakai mobil lamaaa ,,, terakhir ke Bandung via tol Cipularang sampai 6 jam. Padahal biasanya 3 jam aja. Kalau di kereta khan enak, kalau lagi bosen bisa jalan-jalan 🙂

      Liked by 1 person

      1. Bandung-Jakarta sih saya udah pasti naik kereta, yang paling murah sekitar 67.000. paling mahal sekitar 120.000 kalau ga salah. Enak, waktu tempuh pasti (ga jauh melesetnya), bisa jalan-jalan kalo pegel, ada toilet, ada colokan. Juara. Haha.

        Liked by 1 person

      2. Betul banget. Meskipun kalau dari Bogor, aku harus ‘lari’ dulu ke Gambir 🙂

        Cuma ya itu, gak bisa dadakan beli tiketnya. Soalnya Parahyangan ini laku banget.

        Like

  6. Pengen ke Malang. Tapi naik kereta aja. Aku takut naik pesawat hahahaha.

    Mas, ada ide gak waktu selama itu di kereta bisa ngapain aja? Soalnya aku anaknya cepet bosen juga.

    Maunya apaaa coba ni anak?? Hahahaha 😀

    Liked by 1 person

    1. Ide dariku sih: bawa buku, bawa stock film yang bisa ditonton di gadget, main games, atau ngobrol. Standard banget ya? Hahahaha ,,, Tapi biasanya sih aku gitu. Kalau lagi males banget ya aku sih tidur aja.

      Jadi ingat pas aku ke India, naik kereta malamnya. Biasanya aku banyak ngobrol sama orang lokal, dikasih makan sama sekeluarga yang abis kondangan di Varanasi, seru.

      Like

  7. Betulkah ada prasasti di Situs Watu Gong (belakang McD, itukah yang dimaksud)? Sebab sepengetahuan saya, baik Prasasti Dinoyo 1 dan 2 sudah diboyong ke museum, pertama di Museum Nasional, dan yang kedua ada di Museum Mpu Purwa di Malang. Barangkali ada prasasti baru yang ditemukan? Hehe.
    Gajayana ini bagus banget. Dulu saya suka naik, dari yang gerbongnya masih berjendela seperti pesawat terbang sampai ke gerbong baru yang kacanya jernih banget itu. Hal baru yang saya suka dari si gerbong baru adalah kalau malam (di atas pukul sepuluh) lampu kabin akan diredupkan sehingga penumpang bisa istirahat dengan cukup tenang, hehe. Cuma setelah kenal Matarmaja, sepertinya akan agak jarang saya naik si eksekutif ini… harga tiketnya lumayan mahal, huhu.
    Kuylah ke Malang, Mas, hehe. Kali-kali aja saya bisa ngikut, haha.

    Liked by 1 person

    1. Terimakasih koreksinya Gara. Maafkan, aku salah dalam menuliskan ulang referensinya. Tapi sudah aku perbaiki informasi tentang prasasti Dinoyo dan situs Watu Gong nya.

      Dirimu dulu pernah kuliah atau tinggal di Malang ya? Kayanya dari beberapa postinganmu menyiratkan itu. Dan kayanya bakal seru nih kalau kita bisa barengan eksplor Malang, terutama untuk menjelajahi peninggalan masa lampau nya.

      O iya, Matarmaja ini juga jurusan Jakarta – Malang kah?

      Like

      1. Tidak pernah, Mas. Cuma beberapa kali berkunjung ke sana (bisa dibilang agak intensif) karena tertarik dengan peninggalan sejarahnya. Hayuklah kapan-kapan. Naik Matarmaja saja, murah hanya 120rb-an sekali jalan, haha…

        Liked by 1 person

  8. Duhhhh, ku semakin jatuh cinta sama desain kereta api yang baru. Kalo udah gini gerbongnya, jadi worth banget kan dengan apa yang udah kita bayar. Bye-bye rangkaian lama yang kadang mejanya gabisa keangkat, recliner seat yang susah di atur, hahahah. Gabisa nolak naik kereta kalo sekarang udah gini

    Liked by 1 person

  9. wah gajayana udah keren ternyata. jadi pengen naik lagi ke Malang, tapi nunggu anak agak gede sedikit. biar gak rewel karena bosen kelamaan di kereta. kalo bapaknya si seneng aja lihat pemandangan dari balik jendela

    Liked by 1 person

  10. Wahh, mantap tempat duduknya…kaya dalam kabin pesawat ajah.

    Seumur hidup baru 4 kali naek kereta api. Pertama dari Jogjakarta-Surabaya PP pada tahun 2003, Malang-Surabaya 2015. Dan Surabaya-Jogja 2016. Mudahan2an di Kalimantan Selatan (tempat saya stay sekarang) dibikin kereta api, sudah lumayan padat jalan.

    Liked by 1 person

  11. Aku penasaran naik kereta di Pulau Jawa, terutama yang melewati rute-rute ciamik. Sejauh ini paling Palembang-Lampung yang kalau malam gak bisa lihat apa-apa (dan hanya di malam ada kelas Bisnis/Eksekutif, Ekonomi hanya pagi). Soal kenyamanan, sepertinya tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan kereta di Jawa walaupun tetap bikin penasaran untuk membandingkan hehe

    Liked by 1 person

    1. Kapan-kapan berkunjung ke Jawa nya agak lama dong Yan. Terus nyobain naik kereta dari Jakarta ke Jogja misalnya, dan ambil kereta pagi. Oh atau kalau nggak, Jakarta Bandung ,,, pemandangannya kece.

      Kalau misalnya sempat main ke Bogor, trus nyobain kereta Jakarta – Sukabumi. Ini juga kece. Jalurnya klasik, cuma bisa dilalui kereta diesel dengan kecepatan tertentu. Agak-agak pengen dorong keretanya sih, karena pelannya. Tapi pemandangannya bagus.

      Like

  12. saya kurang update sama perkeratapian … seingat saya dulu pernah teman naik kereta gajayana .. dan cerita “perjuangan” dan suasana didalam kereta api … tidak seperti yang saat ini .. rapi bersih berkelas … kerenn

    Liked by 1 person

    1. Hahaha memang jaman dibandingkan lagi dengan jaman dulu mas. Kereta jaman sekarang lebih nyaman. Aku juga dulu pernah naik kereta, di jaman-jaman suram. Kadang bikin males sih, cuma kalau diingat-ingat sekarang ya jadi pengalaman menarik juga.

      Like

    1. Untuk tiketnya bisa dicek langsung di website Traveloka ataupun PT KAI, karena akan berbeda-beda. Tergantung waktu dan jenis keretanya.

      Pastinya nyaman sih 🙂

      Like

  13. Horas KAI semua kereta dibuat nyaman dan gampang pesan tiketnya. So far belum cobain Gajayana, seringnya kertajaya dan gaya baru selatan, maklum harus simpen duit. hihihi.

    Pingin naik gajayannya, turub Cirebon buat cobain empal gentong yang legandaris itu.

    Liked by 1 person

    1. Menurutku kalau ke Malang yang jadi tujuan utamanya, maka Gajayana ini wajib dicoba. Tapi kalau misalnya tujuannya adalah kota-kota di antaranya, yaa bisa coba kereta lainnya.

      Ayo cobain main ke Cirebon. Menarik kok kotanya.

      Like

  14. pas pertama kalinya naik kereta purwokerto-semarang aja kaget karena udah lama ga naik kereta. Sekarang sudah nyaman banget. G ada lagi penjual ama tukang sapu yang bikin sepatu tiba-tiba ngilang lagi. Dan kamar mandinya udah bersih ga mengerikan kaya dulu. Makanya pengen juga nih naik Gajayana ini mewah banget seatnya

    Liked by 1 person

  15. Kalau di Jawa mah udah enak rute-rute keretanya.. Tapi selama tinggal di Jawa, pake kereta paling buat mudik aja seringnya.. Untuk traveling baru 2x,, bekasi-bandung sama brebes-surabaya..

    Btw asli urang awak ya da? Di Sumbar banyak jalur kereta tapi terbengkalai.. sayang banget yah.. Padahal viewnya keren-keren terutama di sekitaran lembah anai..

    -Traveler Paruh Waktu

    Liked by 1 person

    1. Iya, padahal kalau kereta dikembangkan di pulau-pulau besar lainnya pasti menarik ya.

      Iyo, urang awak, setengah 😀
      Betul banget, aku pernah lihat beberapa jalur kereta yang indah tapi terbengkalai di Sumbar. Seandainya dikembangkan bakal keren banget tuh.

      Like

  16. Zaman baheula, Surabaya-Jakarta naik kereta api yang bangkunya masih dari kayu :p murah pulak, cuma jadi sakit badan 😀 2012/2013an naik kereta api eksekutif malah nggak terasa perjalanannya.

    Liked by 1 person

  17. pengen sih sekali” naik gajayana
    tapi kalo diliat dari harga
    rasa”nya lebih efisien naik pesawat
    mungkin nanti kali ya
    kalo sudah tua
    dan bisa bepergian sama istri aja tanpa anak”….

    Like

  18. Ini keren dan lega banget siiih. Selama ini baru nyobain hampir semua jenis Argo, tapi Gajayana belom pernah nih. Kalau ke malang biasanya naik Malioboro Ekspress hahaha. Next time nyobain aaah.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s