Mewah dan berkelas. Itu adalah kesan pertama yang saya dapatkan ketika memasuki rangkaian gerbong kereta api Gajayana. Tak heran, karena saat ini kereta api Gajayana merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Gerbong terbarunya -yang diproduksi pada tahun 2017- memiliki interior yang mewah, dengan jarak antar kursi yang lega, serta dilengkapi dengan fasilitas hiburan yang menjanjikan perjalanan penuh kesan.
Sejarah Gajayana
Kereta api Gajayana mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 28 Oktober 1999, dengan melayani jalur Jakarta – Malang dalam kelas bisnis serta eksekutif. Namun, kereta ini hanya dua tahun saja beroperasi dalam dua kelas sekaligus. Karena pada tahun 2001 -setelah penggantian gerbong, dengan yang baru-, kereta ini kemudian dikhususkan hanya melayani kelas eksekutif saja.

Nama rangkaian Gajayana sendiri diambil dari nama salah seorang raja termasyhur Kerajaan Kanjuruhan. Yang berpusat di kawasan Dinoyo, dan kemudian menjadi cikal bakal sejarah kota Malang. Hingga saat ini, sebuah situs yang -kemungkinan merupakan bangunan keagamaan umat Hindu- sesuai dengan prasasti Dinoyo yang menjadi penanda kerajaan tersebut pun masih terjaga baik di belakang salah satu restoran cepat saji ternama di seputaran kampus Universitas Brawijaya.
Sehingga, tak salah jika nama Gajayana disematkan bagi rangkaian kereta ini. Yang akan selalu mengingatkan penumpangnya pada kota Malang.
Gerbong yang Mewah dan Nyaman
Hanya ada 52 kursi penumpang dalam setiap gerbong kereta api Gajayana, yang masing-masing dibungkus dengan kulit nan nyaman, serta dilengkapi dengan pijakan kaki. Kursi-kursi itu dapat dihadapkan ke depan seluruhnya, atau diputar sehingga berhadapan satu sama lain.
Demi menambahkan kenyamanan, sandaran kursinya pun dapat disesuaikan. Dan tak hanya itu, PT KAI juga melengkapinya dengan satu set selimut dan bantal, yang disediakan tanpa ongkos tambahan bagi setiap penumpang.
Berbeda dari kelas ekonomi yang rak bagasinya terbuat dari besi biasa, maka bagasi pada gerbong-gerbong kereta api Gajayana dirancang selayaknya kabin pesawat terbang. Yang tentunya jauh lebih aman, dan meningkatkan kenyaman perjalanan.

Kota-kota yang Dilewati: Semuanya Menarik!
Kereta api Gajayana mengambil jalur operasi selatan Jawa yang membentang sepanjang 907 kilometer, dan melalui kota-kota yang menarik. Tak heran jika kemudian kereta api ini menjadi favorit para traveler untuk menuju kota idaman mereka.
Selain menuju kota Malang yang terkenal dengan kesejukan udara dan pemandangan alamnya yang indah, kereta api Gajayana juga banyak digunakan oleh penumpang yang akan bertandang ke Yogyakarta. Yang merupakan salah satu kota paling menarik di Jawa, dan kaya akan khasanah wisata budaya, kuliner, serta keindahan bentangan alamnya.
Selain itu, Gajayana juga menjadi favorit para penumpang yang ingin menghabiskan waktunya di Solo. Yang meskipun terletak tak jauh dari Yogyakarta, namun memiliki keunikan tersendiri dari segi kuliner dan budaya, serta keramahan warganya yang menenteramkan.
Sementara Cirebon, Purwokerto, dan Kediri adalah kota-kota menarik lainnya yang juga dapat dicapai dengan menggunakan kereta api Gajayana. Kota-kota tersebut cukup populer akan keunikan kulinernya, yang terkadang tak dapat ditemukan di tempat lainnya. Seperti kelezatan tahu kuning khas Kediri, tempe mendoan a la Purwokerto, atau nasi jamblang dan empal gentong asli Cirebon yang menggoda. Jangan heran jika kemudian banyak traveler yang rela untuk menempuh perjalanan jauh ke kota-kota tadi, demi mencicipi itu semua.
Jadwal Kereta Api Gajayana
Dari Jakarta, kereta ini bertolak melalui Stasiun Gambir pada pukul 17.45 WIB dan tiba di Malang pada pukul 09.20 WIB. Sementara untuk arah sebaliknya, kereta api Gajayana berangkat pada pukul 13.30 WIB dari Stasiun Kotabaru Malang dan tiba di Stasiun Gambir Jakarta pada pukul 04.30 WIB.

Dengan rute jalur selatan dan jarak tempuh yang panjang, kereta ini menghabiskan waktu sekitar 14 jam di perjalanan. Tapi kalian tak akan bosan, karena pemandangan pada sepanjang jalur Jakarta menuju Malang sangatlah menarik, terutama ketika matahari telah kembali terbit.
Pengalaman memasuki terowongan di perbatasan Malang dan Blitar akan meninggalkan kesan yang menarik ketika menaiki kereta api Gajayana. Karena kereta ini tiba di sekitar Blitar ketika matahari telah cukup tinggi, sehingga sensasi perubahan dari terang ke gelap gulita akan langsung terasa. Seru banget deh pokoknya!
*****
*foto header: Andriawan Pratikto
Wah gerbong keretanya bagus banget! Terlihat modern, lapang, dan bersih. Udah lama gak pergi-pergi naik kereta nih, dan baca postingan ini jadi timbul beberapa ide. 🙂 Btw, kamu habis ke Kotagede to. Itu salah satu bagian dari Jogja yang sampai sekarang belum kesampaian juga aku kunjungi. Tapi memang meskipun sudah lumayan banyak kunjunganku ke Jogja sejak kecil, masih buanyak lokasi-lokasi menarik yang terlewatkan sih. Semoga di lain kesempatan.
LikeLiked by 1 person
Iya Bam, aku juga gak sengaja naik Gajayana pertamakali pas ke Cirebon dadakan. Enak dan nyaman juga interiornya. Aku sih kepikiran road trip Jawa pakai kereta. Yuk kita cobain, kalau kemarin itu khan udah setengah Jawa pakai mobil 🙂
Iya, aku ke Kotagede bulan lalu. Tapi juga cuma sebentar aja, agak terburu-buru. Pengen balik ke sana lagi, agak pagian dan agak luang waktunya. Malah kayanya nginep di sana juga enak, jadi bisa lebih menyesap auranya -halah- 😀
Aku juga masih punya banyak utangan di Jogja, harus balik ke sana lagi dan lagi nih.
LikeLiked by 1 person
Enaknya tinggal di pulau Jawa adalah bisa jalan-jalan pakai kereta api. Pilihannya juga beragam. Suka banget liat kereta api modern yang sebersih ini. Rasanya menempuh perjalanan panjangpun lelahnya ngga begitu terasa, ya😀. Dan aku kangen naik KA hahahaha. Soalnya di Medan KA nya ngga begini. Ya palingan kereta Railink yang ke bandara doang yang oke.
LikeLiked by 1 person
Nah iya, aku juga kepikiran gitu. Seandainya aja di Sumatra dibangun jalur kereta yang mumpuni dengan gerbong-gerbong yang menarik, pasti asik deh. Dan pastinya lebih aman yaaa. Soalnya selama ini aku kepikiran buat road trip Sumatra, tapi ada beberapa titik yang kayanya rawan banget.
Hmm tapi, kayanya mbak Molly harus nih main-main ke Jawa dan nyobain naik kereta untuk nyambangin beberapa kota.
O iya, aku juga penasaran pengen nyobain Railink Bandara Kualanamu itu. Jakarta malah kesalip nih 🙂
LikeLike
Iya Mas, jalur Sumatera masih banyak hutannya dan beberapa titik memang rawan. Jadi pasti lebih nyaman kalau seandainya ada trans Sumatera gitu. Kalau ngga salah zaman penjajahan Belanda dulu sempet ada jalurnya, siy. Tapi ngga tau kenapa kok sekarang malah ngga dimanfaatkan lagi.
Aku mau banget niiiih kalau bisa jalan-jalan sepanjang pulau Jawa naik kereta😍. Dulu pas masih kuliah di Bandung aku paling sering ya naik KA ke Jakarta atau Jogja hahaha. Rute paling jauh Bandung-Surabaya😊. Dan bakal seneng kalau ada temen seperjalanan biar ngga boring😀. Oya, kalau next ada kunjungan ke Medan memang kudu cobain naik Railink nya, Mas. Aku yang belum nyoba dari Soetta, nih😊
LikeLiked by 1 person
Iya, betul. Aku sempat ke Sumbar waktu itu, pulang kampung ke Bukittinggi dan lihat jalur kereta yang terbengkalai di sekitaran Lembah Anai. Aku pikir-pikir, kalau misalnya diaktifkan kembali khan menarik. Ya paling nggak kereta-kereta wisata dari kayu peninggalan Belanda nya lah, yang jarak-jarak pendek. Apalagi kalau misalnya dibangun kereta trans Sumatra.
Dengan perkembangan teknologi engineering yang semakin maju, harusnya sih memungkinkan ya. Orang yang bawah laut dan nyebrang laut aja udah bisa sekarang ini. Mungkin, tinggal nunggu waktu aja. Dan nunggu dana pastinya 🙂
Insya Allah, kalau ada waktu ke Medan pasti aku harus cobain itu Railink nya Kualanamu.
Kalau yang dari Soetta, aku sendiri baru coba yang antar terminal aja. Soalnya kalau buat aku yang tinggal di Bogor, seandainya ke Stasiun Sudirman dulu di downtown Jakarta malah gak efisien.
LikeLike
Betul, Mas. Aku juga heran kenapa jalur kereta jarak pendeknya juga ngga aktif lagi sekarang. Dan pingin banget satu saat ada semacam kereta wisata supaya kita bisa menikmati perjalanan darat dengan cara yang berbeda. Pasti asik kan, ya😀.
Oya buat warga Bogor memang jadi kurang efisien kalau harus ke Sta. Sudirman Baru dulu sebelum sampai ke bandara ya. Muter-muter malahan😊.
LikeLiked by 1 person
Bener banget.. makanya yuk pindah jawa haha
LikeLiked by 1 person
Jalan jalan naik kereta api di Indonesia memang belum pernah aku lakukan, setelah membaca tulisan ini aku jadi terinspirasi pengen ke Malang naik kereta apalagi Malang adalah salah satu kota destinasi yang aku ingin datangi. Terima kasih ya mas Bart
LikeLiked by 1 person
Nah, kalau gitu harus beneran cobain Fer. Siapa tahu bisa barengan juga. Banyak yang jadi pengen susur Jawa pakai kereta nih jadinya 🙂
LikeLike
Next cobain Argo Bromo Anggrek atau Bima dari Gambir ke Surabaya (Bima sebenernya ke Malang tapi lewat Surabaya dulu) soalnya rangkaian mereka baru. 😀
Lebih kece lagi.
Atau nyobain kereta wisata macem Priority, Nusantara, Bali, dsb. 😀
LikeLiked by 1 person
Iya Gallant, pengen juga nih, biar tahu perbedaannya 🙂
Kalau kereta wisata yang terakhir dirimu sebutkan itu, harus berkelompok yang pesannya?
LikeLiked by 1 person
bisa sendiri. kalo kuat bayarnya. *eh
LikeLiked by 1 person
Wakakakaka ntar deh nunggu kuat bayarnya 😀
LikeLiked by 1 person
hahaha. tapi beberapa kereta di akhir pekan “dipasangi” kereta priority kok, Kak Bart.
setauku ada Taksaka (Jakarta-Jogja) sama Sembrani (Jakarta-SUrabaya).
Jadi bisa dicoba pas weekend 😀
LikeLiked by 1 person
Coba deh nanti aku amati yaaa.
Makasih infonya Gallant 🙂
LikeLiked by 1 person
Aku seumur hidup belum pernah naik kereta eksekutif huhu, kasian yak. Naik sancaka pun yang kelas ekonomi haha. Mentok bisnis yang sama aja kayak ekonomi 😦
LikeLiked by 1 person
Harus cobain berarti Lid. Mumpung kereta di Indonesia sekarang layanannya udah makin oye. Cuma memang persaingan tiket kereta, lebih keras daripada tiket pesawat 😀
LikeLike
Dih ngapain aku nyobain yang gak penting hahaha. Yang lebih murah dan cepat banyak kok :p
LikeLiked by 1 person
Yaa buat pengalaman aja 😀
LikeLike
Hmmm udah lama gak naik kereta dalam durasi lama. Terakhir ke Cirebon doang
LikeLiked by 1 person
Kira-kira sanggup gak kalau berkereta 14 jam kaya naik Gajayana dari Jakarta ke Malang ini kak?
LikeLike
4 tahun lalu pernah kok. Sangguplah. Naik pesawat 24 jam ke Washington aja sanggup masa lebih cepet 10 jam gak sanggup
LikeLiked by 1 person
Aduuuh, 24 jam terbangnya kalau ke Washington. Gak kebayang deh. Pada dasarnya aku gak terlalu menikmati penerbangan, suka nervous gitu. Kalau naik kereta sih bisa jalan-jalan seandainya bosen. Kalau di pesawat khan susah. Kecuali kalau dapat maskapai yang terbangnya pakai Airbus A380 dink. Mungkin enak hahahaha.
LikeLike
Wow.. Keretanya keren banget. Sudan terbayang, pasti menyenangkan sekali duduk di dalamnya sambil mengamati kota-kota yang dilalui. Aku selalu suka trip dengan kereta api, karena serasa menonton film secara langsung melalui jendela kereta sambil melihat kehidupan penduduk di daerah yang dilewati. Sayang sekali, jadwal keretanya menurutku cocok buat orang kerja saja, karena berangkat sore dan tiba pagi di Malang. Meskipun jadwal dari Malang terbilang lebih awal, tetap saja, kebanyakan waktu akan dihabiskan untuk tidur, bukannya menikmati pemandangan. Mungkin kalau Bart naik kereta ini lagi, bisa diberikan saran untuk membuka rute dengan jadwal dimana bisa menikmati siang secara maximum 🙂
LikeLiked by 1 person
Betul mbak, memang kereta ini lebih banyak menghabiskan waktunya di malam hari. Tapi lumayan sih di awal berangkat dan akhir dari arah Jakarta nya adalah senja dan di awal pagi. Kalau yang balik dari Malangnya yg kurang pemandangan di area Jawa Tengah dan Jawa Baratnya.
Entah kenapa ya, sebenarnya perjalanan dengan kereta api itu terasa romantis.
LikeLike
Wuih bangus banget interiornya. Terlihat lega, rapi, dan terang. Kalau perjalanannya sampai belasan jam, wajar lah bayar lebih mahal buat nikmatin kenyamanan.. *padahal Jkt-Bdg aja kadang-kadang manja naik eksekutif* 😂
LikeLiked by 1 person
Hahaha iya, sama. Tapi kalau misalnya eksekutifnya masih masuk akal harganya, aku sih ayo aja. Kaya misalnya Bandung – Jakarta pp, belakangan aku lebih suka naik kereta juga sih, soalnya kalau pakai mobil lamaaa ,,, terakhir ke Bandung via tol Cipularang sampai 6 jam. Padahal biasanya 3 jam aja. Kalau di kereta khan enak, kalau lagi bosen bisa jalan-jalan 🙂
LikeLiked by 1 person
Bandung-Jakarta sih saya udah pasti naik kereta, yang paling murah sekitar 67.000. paling mahal sekitar 120.000 kalau ga salah. Enak, waktu tempuh pasti (ga jauh melesetnya), bisa jalan-jalan kalo pegel, ada toilet, ada colokan. Juara. Haha.
LikeLiked by 1 person
Betul banget. Meskipun kalau dari Bogor, aku harus ‘lari’ dulu ke Gambir 🙂
Cuma ya itu, gak bisa dadakan beli tiketnya. Soalnya Parahyangan ini laku banget.
LikeLike
Banget. Apalagi weekend. Hahaha.
LikeLike
Keliatan nyaman banget..lebih nyaman dari tempat duduk di pesawat pastinya. apa ada wifi atau video gitu?
LikeLiked by 1 person
Untuk video belum ada mbak, cuma siaran televisi aja. Semoga ke depannya ada, begitu juga dengan Wifi yang sekarang jadi lebih penting di era millenium ini.
LikeLike
Ini mewah banget mas 🙂
Selalu bangga ketika banyak transportasi yang sekarang berbenah menjadi lebih baik.
LikeLiked by 1 person
Iya Rullah, sama. Selain kereta, aku juga berharap bus-bus di Indonesia bisa lebih baik, aman, dan nyaman seperti di negara-negara tetangga.
LikeLike
selalu suka dengan naik kereta api, selain nyaman pemandangan yang disajikan juga luar biasa. tak pernah bosan naik KA
LikeLiked by 1 person
Betul mas, selalu seru perjalanan naik kereta itu.
LikeLike
Pengen ke Malang. Tapi naik kereta aja. Aku takut naik pesawat hahahaha.
Mas, ada ide gak waktu selama itu di kereta bisa ngapain aja? Soalnya aku anaknya cepet bosen juga.
Maunya apaaa coba ni anak?? Hahahaha 😀
LikeLiked by 1 person
Ide dariku sih: bawa buku, bawa stock film yang bisa ditonton di gadget, main games, atau ngobrol. Standard banget ya? Hahahaha ,,, Tapi biasanya sih aku gitu. Kalau lagi males banget ya aku sih tidur aja.
Jadi ingat pas aku ke India, naik kereta malamnya. Biasanya aku banyak ngobrol sama orang lokal, dikasih makan sama sekeluarga yang abis kondangan di Varanasi, seru.
LikeLike
Gilak keren banget desain interiornya! Jadi pengen cobain, mas. Yoklah ke Jawa Timur hahaha.
LikeLiked by 1 person
Ayook. Aku juga masih kurang nih dalam eksplor Jawa Timur, malah lebih sering ke Madura 😀
LikeLiked by 1 person
Kediri, Blitar, atau Malang bolehlah hahaha
LikeLiked by 1 person
Malang baru sekali. Kalau Kediri dan Blitar belum … Kediri itu yang punya tugu mirip Arc de Triomphe di Paris itu khan ya?
LikeLike
Betol, itu juga jadi salah satu minat pengen ke Kediri. Pantai-pantainya boleh juga.
LikeLiked by 1 person
Wah, aku baru tau kalau Kediri juga punya pantai.
LikeLike
Eh kok Kediri sih. Pacitan atau mana gitu, yang di bawahnya Kediri hahaha
LikeLiked by 1 person
Kalau gak salah di bawahnya pas sih Tulungagung, di barat dayanya ada Pacitan.
LikeLiked by 1 person
Naik kreta itu enak dan nyaman plus terprediksi waktu di jalannya. Cuma pesen tiketnya euy, perjuangan pisan. Kudu rebutan 😑
LikeLiked by 1 person
Hahaha betul banget. Memang beli tiket kereta itu jangan dadakan, terutama untuk perjalanan akhir pekan dan libur panjang.
LikeLike
nyaman banget keretanya 😀
LikeLiked by 1 person
Iya mas, terutama gerbong-gerbong barunya.
LikeLike
naik yang kelas bisnis aja udah seneng, walau kurang sandaran kaki sama bangkunya yang terlalu tegak hehehe
LikeLiked by 1 person
Aku malah kelas bisnisnya belum pernah Hen 🙂
LikeLike
Betulkah ada prasasti di Situs Watu Gong (belakang McD, itukah yang dimaksud)? Sebab sepengetahuan saya, baik Prasasti Dinoyo 1 dan 2 sudah diboyong ke museum, pertama di Museum Nasional, dan yang kedua ada di Museum Mpu Purwa di Malang. Barangkali ada prasasti baru yang ditemukan? Hehe.
Gajayana ini bagus banget. Dulu saya suka naik, dari yang gerbongnya masih berjendela seperti pesawat terbang sampai ke gerbong baru yang kacanya jernih banget itu. Hal baru yang saya suka dari si gerbong baru adalah kalau malam (di atas pukul sepuluh) lampu kabin akan diredupkan sehingga penumpang bisa istirahat dengan cukup tenang, hehe. Cuma setelah kenal Matarmaja, sepertinya akan agak jarang saya naik si eksekutif ini… harga tiketnya lumayan mahal, huhu.
Kuylah ke Malang, Mas, hehe. Kali-kali aja saya bisa ngikut, haha.
LikeLiked by 1 person
Terimakasih koreksinya Gara. Maafkan, aku salah dalam menuliskan ulang referensinya. Tapi sudah aku perbaiki informasi tentang prasasti Dinoyo dan situs Watu Gong nya.
Dirimu dulu pernah kuliah atau tinggal di Malang ya? Kayanya dari beberapa postinganmu menyiratkan itu. Dan kayanya bakal seru nih kalau kita bisa barengan eksplor Malang, terutama untuk menjelajahi peninggalan masa lampau nya.
O iya, Matarmaja ini juga jurusan Jakarta – Malang kah?
LikeLike
Tidak pernah, Mas. Cuma beberapa kali berkunjung ke sana (bisa dibilang agak intensif) karena tertarik dengan peninggalan sejarahnya. Hayuklah kapan-kapan. Naik Matarmaja saja, murah hanya 120rb-an sekali jalan, haha…
LikeLiked by 1 person
lumayan sering naik kereta, tapi belum pernah naik kereta sebagus gajayana. next kalau ke malang naik kereta aja dech.
LikeLiked by 1 person
Ayo Lin, sekalian jalan bareng 😉
LikeLiked by 1 person
Lumayan juga ya lama waktunya, cocoknya ambil kereta malam biar bisa tidur 😁
LikeLiked by 1 person
Memang Gajayana ini kebanyakan beroperasi di jam tidur sih hehehehe
LikeLike
Serasa naik eurotrail ya banggg he he mevahhhh
LikeLiked by 1 person
Aduuuuh, aku belum pernah naik eurotrail mas Bo. Ajakkin doooong 🙂
LikeLike
Duhhhh, ku semakin jatuh cinta sama desain kereta api yang baru. Kalo udah gini gerbongnya, jadi worth banget kan dengan apa yang udah kita bayar. Bye-bye rangkaian lama yang kadang mejanya gabisa keangkat, recliner seat yang susah di atur, hahahah. Gabisa nolak naik kereta kalo sekarang udah gini
LikeLiked by 1 person
Jadi kapan mau kemana naik kereta Za?
LikeLike
Belum pernah nyobain gajayana nih, tp kalau executive pastinya nyaman banget dengan fasilitas yg diberikan
LikeLiked by 1 person
Insya Allah sebanding ya fasilitas dengan harganya.
LikeLike
wah gajayana udah keren ternyata. jadi pengen naik lagi ke Malang, tapi nunggu anak agak gede sedikit. biar gak rewel karena bosen kelamaan di kereta. kalo bapaknya si seneng aja lihat pemandangan dari balik jendela
LikeLiked by 1 person
Bisa diajak jalan-jalan kok. Cuma memang kalau bawa anak kecil banyak yang perlu dipertimbangkan ya untuk perjalanan jauh macam itu.
LikeLike
Wahh, mantap tempat duduknya…kaya dalam kabin pesawat ajah.
Seumur hidup baru 4 kali naek kereta api. Pertama dari Jogjakarta-Surabaya PP pada tahun 2003, Malang-Surabaya 2015. Dan Surabaya-Jogja 2016. Mudahan2an di Kalimantan Selatan (tempat saya stay sekarang) dibikin kereta api, sudah lumayan padat jalan.
LikeLiked by 1 person
Bakal seru banget tuh kalau di Kalimantan dibangun jalan kereta juga.
LikeLike
Gajayana senang yang jaman dulu, gerbong pesawat.
LikeLike
Nah, kalau yang dulu malah saya belum pernah cobain 🙂
LikeLike
Keretanya bagus banget. Kalau bentuknya kayak gini, perjalanan 5 jam juga ga bakalan bosen deh kayaknya. Gerbongnya nyaman dan kaki ga kesempitan krn jarak antar kursinya cukup luas.
LikeLiked by 1 person
Pastinya ya, apalagi kalau misalnya jalan bareng teman-teman. Bakalan tambah seru.
LikeLiked by 1 person
Kereta KAI bagus banget ya sekarang o_o
LikeLiked by 1 person
Alhamdulillah yaaa, jadi punya banyak pilihan moda transportasi saat ini.
LikeLike
Aku penasaran naik kereta di Pulau Jawa, terutama yang melewati rute-rute ciamik. Sejauh ini paling Palembang-Lampung yang kalau malam gak bisa lihat apa-apa (dan hanya di malam ada kelas Bisnis/Eksekutif, Ekonomi hanya pagi). Soal kenyamanan, sepertinya tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan kereta di Jawa walaupun tetap bikin penasaran untuk membandingkan hehe
LikeLiked by 1 person
Kapan-kapan berkunjung ke Jawa nya agak lama dong Yan. Terus nyobain naik kereta dari Jakarta ke Jogja misalnya, dan ambil kereta pagi. Oh atau kalau nggak, Jakarta Bandung ,,, pemandangannya kece.
Kalau misalnya sempat main ke Bogor, trus nyobain kereta Jakarta – Sukabumi. Ini juga kece. Jalurnya klasik, cuma bisa dilalui kereta diesel dengan kecepatan tertentu. Agak-agak pengen dorong keretanya sih, karena pelannya. Tapi pemandangannya bagus.
LikeLike
saya kurang update sama perkeratapian … seingat saya dulu pernah teman naik kereta gajayana .. dan cerita “perjuangan” dan suasana didalam kereta api … tidak seperti yang saat ini .. rapi bersih berkelas … kerenn
LikeLiked by 1 person
Hahaha memang jaman dibandingkan lagi dengan jaman dulu mas. Kereta jaman sekarang lebih nyaman. Aku juga dulu pernah naik kereta, di jaman-jaman suram. Kadang bikin males sih, cuma kalau diingat-ingat sekarang ya jadi pengalaman menarik juga.
LikeLike
Rasanya ingin coba naik kereta itu suatu hari nanti !
LikeLiked by 1 person
Semoga bisa segera nyobain jalan-jalan pakai kereta yaaa 🙂
LikeLike
pengen coba tp bingung di kota malangnya. krn blm pernah kesana. andai ada review an sekalian kota malang ada apa aja pasti sangat membantu
LikeLiked by 1 person
Insya Allah, kapan-kapan saya tambahkan ulasan tentang kota Malang 😀
LikeLike
👍👍👍
Hanya bisa melamun..
Sampai sekarang Saya belum pernah menggunakan transportasi kereta api, padahal Saya sangat suka Kereta Api sejak kecil.
LikeLiked by 1 person
Semoga segera bisa nyobain jalan-jalan pakai kereta api yaaa 🙂
LikeLike
Sejak dulu kereta api selalu menjadi transportasi umum favorit saya. Melihat gerbongnya semakin bagus begini, bisa bikin saya betah naik kereta 🙂
LikeLiked by 1 person
Apalagi kalau ditambah dengan pemandangan di sepanjang jalan yang menyenangkan yaaa 🙂
LikeLike
pasti nyaman sekali..tiketnya berapa ya?
LikeLiked by 1 person
Untuk tiketnya bisa dicek langsung di website Traveloka ataupun PT KAI, karena akan berbeda-beda. Tergantung waktu dan jenis keretanya.
Pastinya nyaman sih 🙂
LikeLike
pengen banget ke Kota Gede Bar, serasa kembali ke zaman dulu kala
LikeLiked by 1 person
Ayolah dicoba, tunggu apalagi 🙂
LikeLike
Kalau gerbong keretanya senyaman itu plus dilengkapi untuk pijatan kaki …, waaah … trip makin jadi tambah menyenangkan
LikeLiked by 1 person
Pastinya 🙂
LikeLike
Sepertinya menyenangkan naik kereta api ini. Suatu saat kudu dijajal nih.
LikeLiked by 1 person
Entah kenapa ya, menurutku perjalanan dengan kereta itu romantis 😀
LikeLike
Kalau saya senang naik kereta karena suasana enak, pemandangan alam sepanjang perjalanan dan tempat yang lega.
LikeLiked by 1 person
Nah itu enaknya naik kereta. Kalau lagi bosen dan pegal bisa jalan-jalan dulu, yaaa paling nggak sih ke gerbong restorasi 😀
LikeLike
Horas KAI semua kereta dibuat nyaman dan gampang pesan tiketnya. So far belum cobain Gajayana, seringnya kertajaya dan gaya baru selatan, maklum harus simpen duit. hihihi.
Pingin naik gajayannya, turub Cirebon buat cobain empal gentong yang legandaris itu.
LikeLiked by 1 person
Menurutku kalau ke Malang yang jadi tujuan utamanya, maka Gajayana ini wajib dicoba. Tapi kalau misalnya tujuannya adalah kota-kota di antaranya, yaa bisa coba kereta lainnya.
Ayo cobain main ke Cirebon. Menarik kok kotanya.
LikeLike
pas pertama kalinya naik kereta purwokerto-semarang aja kaget karena udah lama ga naik kereta. Sekarang sudah nyaman banget. G ada lagi penjual ama tukang sapu yang bikin sepatu tiba-tiba ngilang lagi. Dan kamar mandinya udah bersih ga mengerikan kaya dulu. Makanya pengen juga nih naik Gajayana ini mewah banget seatnya
LikeLiked by 1 person
Iya, alhamdulillah perjalanan naik kereta sekarang jauh lebih menyenangkan ya 🙂
LikeLike
Kalau di Jawa mah udah enak rute-rute keretanya.. Tapi selama tinggal di Jawa, pake kereta paling buat mudik aja seringnya.. Untuk traveling baru 2x,, bekasi-bandung sama brebes-surabaya..
Btw asli urang awak ya da? Di Sumbar banyak jalur kereta tapi terbengkalai.. sayang banget yah.. Padahal viewnya keren-keren terutama di sekitaran lembah anai..
-Traveler Paruh Waktu
LikeLiked by 1 person
Iya, padahal kalau kereta dikembangkan di pulau-pulau besar lainnya pasti menarik ya.
Iyo, urang awak, setengah 😀
Betul banget, aku pernah lihat beberapa jalur kereta yang indah tapi terbengkalai di Sumbar. Seandainya dikembangkan bakal keren banget tuh.
LikeLike
Zaman baheula, Surabaya-Jakarta naik kereta api yang bangkunya masih dari kayu :p murah pulak, cuma jadi sakit badan 😀 2012/2013an naik kereta api eksekutif malah nggak terasa perjalanannya.
LikeLiked by 1 person
Hahaha tahun berapa itu jaman baheulanya? Sampai masih ngalamanin bangku kayu segala.
LikeLike
pengen sih sekali” naik gajayana
tapi kalo diliat dari harga
rasa”nya lebih efisien naik pesawat
mungkin nanti kali ya
kalo sudah tua
dan bisa bepergian sama istri aja tanpa anak”….
LikeLike
PT KAI sekarang memang kece makin lama..
banyak perbaikan sana sini..
kalau liat jendelanya kayak Solo Express jurusan Solo-Kutoarjo nih kak
LikeLiked by 1 person
Berarti kece juga ya kereta Solo Express jurusan Solo – Kutoarjo.
LikeLike
udah kayak kereta bandara, malah ini sebenarnya kereta bandara
LikeLiked by 1 person
Ini keren dan lega banget siiih. Selama ini baru nyobain hampir semua jenis Argo, tapi Gajayana belom pernah nih. Kalau ke malang biasanya naik Malioboro Ekspress hahaha. Next time nyobain aaah.
LikeLiked by 1 person