Relax, Tahan Napas dan Menyelamlah!

Freediving-Opening

Teks oleh Bartian Rachmat | Foto oleh Taufan Gio & Bartian Rachmat
Artikel ini pernah dimuat pada Rubrik Extreme Sport, Majalah Cosmopolitan Men Indonesia, edisi II/2013

Jangan sekedar berangan untuk menyelami lautan tanpa alat bantu pernapasan. Percayalah, bahwa hal tersebut bisa menjadi kenyataan!

Bila mendengar kata diving, mungkin kebanyakan orang akan mengasosiasikannya dengan aktivitas menyelam menggunakan bantuan SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus). Di mana serangkaian peralatan yang terlihat rumit dan berat itu harus menempel pada tubuh Anda selama penyelaman. Jika berpikir demikian, Anda salah besar, teman! Ada cara lain untuk menikmati keindahan dunia bawah air beserta seluruh isinya, dengan peralatan yang jauh lebih sederhana. Kuncinya, hanya dengan melatih kemampuan menahan napas dan mengendalikan pikiran, selain tentu saja kemampuan renang Anda yang tergolong baik.

Alat bantu wajib lainnya jelas juga dibutuhkan untuk aktivitas menyelam ini, seperti masker, sementara fins dan wetsuit sifatnya adalah opsional. Sebagai olahraga paling ekstrim nomor dua di dunia setelah olahraga dirgantara, tentu saja freediving mengandung risiko yang sangat tinggi. Namun, dengan kedisplinan menaati aturan-aturan safety yang ada, maka freediving sangat aman dan menyenangkan untuk dinikmati. Penasaran?

Freediving
Sejatinya aktivitas apnea atau freediving bukanlah barang baru dalam sejarah peradaban manusia. Boleh dikatakan ini adalah sebuah teknik purba, yang kembali dikembangkan dan dipopulerkan oleh manusia modern. Sebab sejak zaman dahulu, teknik freediving banyak digunakan untuk manusia berburu ikan di laut, dan dalam jumlah kecil, teknik ini masih banyak dipraktikkan oleh nelayan di beberapa belahan dunia. Namun, sebagai cabang olahraga, freediving tergolong masih muda. Ditandai sejak didirikannya AIDA (Association Internationale pour le Developpement de l’Apnee) pada tahun 1992, dan dengan diadakannya kompetisi Freediving Internasional pada tahun 1996.

Apnea-in-the-sea

Apnea in the Sea

No Limit and Flexibility
Pada dasarnya, freediving adalah menyelam dengan hanya mengandalkan satu tarikan napas. Selain kekuatan dan kapasitas paru-paru, kemampuan mengandalkan pikiran menjadi faktor yang akan menentukan seberapa lama Anda sanggup menahan napas di dalam air.

Jika di dalam SCUBA-diving dibutuhkan tingkatan dan lisensi untuk diperbolehkan menyelam sampai kedalaman tertentu, maka tidak begitu halnya dengan freediving. Selama Anda menguasai teknik menahan napas dan sanggup menahan tekanan air melalui teknik ekualisasi yang benar, maka Anda bisa menyelam sampai kedalaman berapa pun. Saat ini telah banyak freediver yang memecahkan rekor dan sanggup melakukan penyelaman sampai kedalaman puluhan hingga lebih dari 100 meter, hanya dengan satu tarikan napas. Cool!

Menyenangkan lagi, Anda tidak perlu bergantung pada layanan dive operator untuk dapat melakukan freediving. Cukup beberapa buddy yang kompeten dan spot yang menarik, Anda sudah bisa menikmati dunia bawah air dengan cara yang menantang dan berbeda. Lebih fleksibel, bukan?

Apnea

Aqua-Girl2

Pool Practice

Freediving Gears
Jika dibandingkan dengan SCUBA-diving, Anda tak perlu menguras tabungan untuk mendalami freediving dan mempunyai gears sendiri. Pada umumnya freediver menggunakan low-volume-mask, yang dapat membantu mengurangi tekanan air yang meningkat seiring bertambahnya kedalaman, serta snorkel untuk membantu selama proses persiapan di permukaan.

03 Gears

Common Freedive Gears: Mask, Snorkel & Long Fins (source: internet)

Selain itu fins yang digunakan oleh freediver memiliki bilah yang jauh lebih panjang daripada yang biasa digunakan oleh para SCUBA-diver. Long fins ini dirancang untuk dapat memberikan efisiensi tenaga dan laju pada setiap kepakan yang Anda lakukan. Karena semakin sedikit tenaga yang digunakan selama penyelaman, juga akan berpengaruh pada efisiensi bottom time yang dihabiskan.

Meskipun tidak wajib, wetsuit yang biasa digunakan oleh freediver tidak berbeda jauh dengan para SCUBA diver. Namun pakaian renang biasapun sebenarnya sudah cukup untuk Anda pakai saat melakukan freediving.

Course and Practice
Meskipun belum terlalu populer di Indonesia, di beberapa kota besar dan tempat tertentu sudah banyak instruktur yang mampu memberikan pelatihan freediving. Beberapa komunitas freediving di Indonesia juga secara rutin terbiasa menggelar latihan bersama hampir setiap minggunya.

dynamic-apnea

Dynamic Apnea Practice in Pool

Anda bisa mengambil kursus atau berlatih di Jakarta, sebagai bagian dari mengisi waktu akhir pekan. Atau pilihan lain, Anda bisa terbang ke Bali atau menuju Gili Trawangan untuk mengambil kursus dan langsung menjajal kemampuan freediving Anda di salah satu spot penyelaman terbaik di dunia. Dan jika Anda tinggal di Bandung, Yogyakarta, Bandar Lampung atau Manado, ada beberapa komunitas yang dengan tangan terbuka akan menyambut Anda mempelajari freediving secara informal.

Pada umumnya, dalam waktu satu hari kursus saja seseorang akan bisa menguasai cara menahan napas yang lebih lama daripada yang dibayangkan sebelumnya. Kemudian berlanjut dengan teknik-teknik entry seperti duck dive dan gerakan renang yang bisa Anda coba untuk menghemat konsumsi oksigen.

Aqua-Girl

Enter the water, after Duck Dive

Sebagai olahraga ekstrim, Anda disarankan untuk mengambil kursus secara formal, karena di dalamnya Anda akan mendapatkan teori-teori dasar yang sangat erat kaitannya dengan keamanan selama melakukan olahraga ini. Secara rutin Anda bisa berlatih di kolam untuk meningkatkan kemampuan static apnea (menahan napas secara statik) dan dynamic apnea (menahan napas sambil menyelam) bersama dengan instruktur atau rekan-rekan Anda. Sesekali ambillah waktu untuk mengadakan dive trip dan rasakan sensasi freediving yang sesungguhnya di laut, karena Indonesia merupakan surganya spot-spot diving dunia.

Recreative, Competitive and Contemplative
Selama kesehatan dan kemampuan dasar renang Anda menunjang, mungkin ini satu-satunya olahraga yang memiliki lintas sifat. Untuk Anda yang hanya membutuhkan kegiatan-kegiatan hiburan melepas stres dengan cara yang berbeda, freediving bisa menjadi pilihan.

Sedangkan jika Anda serius untuk mendalaminya dan ingin menjadi atlet freediving, peluang Anda terbuka lebar. Mengingat tidak ada batasan usia dalam mempelajari dan mengikuti kompetisi-kompetisi freediving tingkat dunia. Selain itu, karena erat hubungannya antara pengendalian pikiran dan freediving, maka dengan mendalaminya Anda juga bisa lebih melatih ketenangan pikiran. Bahkan belakangan ini mulai banyak freediver yang mencoba mengembangkan teknik meditas bawah air.

Kini waktunya bagi Anda untuk mencoba dan memilihnya. Berani?

Pool-Session

Pool Practice

Safety Tips
Ikuti aturan-aturan ini, maka freediving akan Anda taklukkan sebagai olahraga yang aman:

  • Never dive alone, and always dive with competent buddy. Jangan pernah nekat menyelam sendirian. Tujuan Anda adalah menikmati dunia bawah air, bukan mati di bawah air.
  • Do not hyperventilate. Tanyakan pada instruktur Anda, pahami, dan hindari hal yang satu ini, maka penyelaman Anda akan jauh lebih aman.
  • Mastering the Equalization. Dalam freediving, bukan hanya sekedar kemampuan menahan napas yang Anda perlukan. Kegagalan dalam melakukan ekualisasilah yang justru akan menahan Anda untuk menyelam lebih dalam.
  • Lepaskan snorkel dari mulut ketika menyelam.
  • Kenali batas kemampuan Anda.

30 thoughts on “Relax, Tahan Napas dan Menyelamlah!

    1. BaRTZap Post author

      Pada awalnya, sekilas memang menyeramkan, tapi begitu menguasai tekniknya, pasti akan ketagihan. Iya, jadi memang biasanya beberapa freediver juga merupakan praktisi yoga. Karena latihan pernapasannya akan sangat menunjang performa nya juga.

      Like

      Reply
  1. Bama

    Hmmm, sampai sekarang kalo snorkeling dan gak bisa liat dasar laut atau dasar lautnya agak gelap masih suka bikin gugup. Tapi jujur freediving sounds really interesting sih, gak perlu repot-repot pake SCUBA dan bisa sekaligus latihan meditasi juga.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Hehe sama sih Bam, karena kita cenderung akan membayangkan hal-hal yg di luar imajinasi kita ketika tidak bisa melihat apa-apa. Harus coba freediving kapan-kapan yaaa …

      Like

      Reply
    1. BaRTZap Post author

      Thank you Inger. I’m glad that you like them. Hopefully, I can write in English as well in the future, so you can enjoy the article too.

      Like

      Reply
  2. sitravellingaddict

    pengen banget gue bisa menyelam, tapi gue ga bisa berenang *HIKS* yang ga bisa berenang boleh menyelam ga sih btw?

    mampir2lah ke blog ala-ala gue di www,travellingaddict,com

    Liked by 1 person

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Sebaiknya sih bisa berenang sebelum belajar selam. Untuk SCUBA diving tidak diperlukan keahlian renang yang mumpuni, karena nantinya akan dilengkapi dengan alat yg dapat membuat kita mengambang (BCD), kecuali kalau harus pasang gear nya langsung di air ya :-)

      Sedangkan untuk freediving, kemampuan renang adalah salah satu skill utama yang harus dimiliki.

      Ayo mulai belajar. Rugi lho jadi orang Indonesia kalau gak “nyemplung” ke laut :-)

      Ok, nanti saya mampir …

      Like

      Reply
    1. BaRTZap Post author

      Ayo dicoba mas, mumpung sudah banyak dive instructor/course yg menawarkan paket belajar freediving di Indonesia. Atau bisa juga bergabung dengan kawan-kawan di komunitas, mereka dengan senang hati share juga.

      Terimakasih sudah berkunjung yaaa …

      Like

      Reply
  3. sefiiin

    Huaaa pingin banget nyobain freediving. Selama ini aku seneng banget scuba diving, tapi belum berani nyoba freediving. Pernah baca kisahnya Pipin Fererras sama Audrey Mestre juga, jadi agak takut-takut gitu.

    Yuk, ikutan! -> GIVEAWAY: Hemat Ongkos dengan Uber http://wp.me/p39Fhn-ps #senjamoktika

    Like

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Freediving memang olahraga ekstrim nomor dua di dunia, tapi kalau kita disiplin dalam menaati aturannya bisa jadi cukup aman kok. Kecelakaan yang merenggut nyawa Audrey Mestre itu ada banyak faktor penyebabnya, dan itu dalam rangka pemecahan rekor, jadi ada sedikit yang dipaksakan 😊

      Like

      Reply
  4. fauziamir

    Saya kalau liat orang nyelem cuma bisa mangap…. sambil ngayal, andai saya juga bisa nyelem hahah…. jangankan nyelem… renang pun tak bisa , hiks hiks padahal udah berkali kali belajar

    Like

    Reply
    1. BaRTZap Post author

      Ayo belajar renang, lalu sambung belajar nyelam. Mumpung kita tinggal di daerah segitiga karang dunia lho. Rugi kalau gak nyelam hehe … Tinggal di Makassar khan? Kalau gak salah bawah lautnya Sulsel termasuk yang keren juga.

      Like

      Reply
    1. BaRTZap Post author

      Asik dan seru banget. Untuk di jakarta bisa belajar di Letsfreedive, nama instrukturnya Jason Hakim. Untuk biayanya nanti coba tanya langsung, soalnya saya dah lama gak update.

      Kalau saya dulu sih belajarnya di komunitas freedive, lalu ambil sertifikasi 😊

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s