Nexy Hostel: Penginapan Backpacker Keren di Hanoi Old Quarter

nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom

Sebenarnya, mencari penginapan di Hanoi tidaklah sulit. Ibukota Vietnam itu menawarkan banyak pilihan yang tersebar di wilayahnya. Tapi, karena letaknya yang strategis, maka Hanoi Old Quarter menjadi lokasi paling favorit, yang dipilih oleh para traveler, termasuk para backpacker.

Bulan Oktober lalu, saya sengaja memilih penginapan kelas backpacker, ketika mengunjungi Hanoi untuk pertama kalinya. Pilihan itu saya ambil, lebih karena kepraktisan saja. Sebab, itu hanya sebuah kunjungan singkat beberapa hari, sendirian, serta saya lebih banyak berkegiatan di luar.

Dan, pilihan itu ternyata sebuah keputusan yang tepat! Karena Nexy Hostel adalah penginapan backpacker yang menjadikan kunjungan saya di Hanoi jauh lebih berkesan.

Hanoi Old Quarter: Yang Klasik dan Strategis

Saya menyukai berwisata di kota tua. Apalagi jika ia masih hidup, dan memerangkap masa lalu ke dalam masa kini. Maka, wajah Hanoi Old Quarter langsung menjerat perhatian, sejak saya meriset perjalanan ke kota tersebut. Berkesempatan tinggal di dalamnya, tentu akan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan.

suasana-hanoi-old-quarter-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom

Terlebih Hanoi Old Quarter bukanlah kota tua yang hanya riuh di siang hari, dan kemudian mencekam selepas senja. Namun, ia terus berdetak sampai malam menjelang pagi. Di sana selalu ada yang dapat ditangkap oleh kamera, dan dirangkai menjadi cerita. Selain itu, beberapa destinasi menarik lain di kota Hanoi, juga dapat dijangkau dengan mudah darinya. Bahkan beberapa di antaranya cukup bermodalkan jalan kaki saja.

Nexy Hostel: Kesan Pertama yang Menggoda

Ciamik dan Enerjik. Itu adalah dua kata yang langsung tersirat di dalam hati, ketika saya tiba di Nexy Hostel. Sungguh tak menyangka, jika sebuah penginapan yang menarik, dapat ditata pada sebuah bangunan yang fasadnya sempit.

tampak-depan-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Tampak depan Nexy Hostel, di antara tetangga-tetangganya. (sumber: Nexy Hostel)

Memang bangunan-bangunan di Hanoi Old Quarter, memiliki gaya yang hampir serupa. Berfasad sempit, namun dibuat meninggi demi memperluas lahan. Karena di masa lalu, fasad yang lebar berarti beban pajak yang besar.

Begitu pula dengan Nexy Hostel. Lebarnya tak seberapa, namun ia dibuat menjulang hingga tujuh lantai. Dengan fasad terbaharui, yang bergaya Perancis. Dan dilengkapi pintu serta jendela kaca yang kental dengan nuansa Eropa.

lobby-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Lobby Nexy Hostel.

Sebagai sebuah hostel butik, Nexy memiliki rancangan yang ekletik. Klasik di luar, dan bergaya industrial chic di bagian dalam. Lobby nya langsung menyita perhatian. Berlangit-langit hitam legam dan berinterior kaya warna, yang dipadu dengan dinding cerah serta penuh karya seni atraktif. Keren!

Kamar dan Sarapan: Banyak Pilihan!

Sebuah kartu akses, kunci loker, serta handuk berwarna putih bersih diserahkan kepada saya, sebagai tanda resmi menjadi penghuninya. O iya, ada dua macam pilihan jaminan yang harus ditinggalkan demi itu. Pilihannya adalah: menitipkan passpor asli, atau meninggalkan deposit di hostel sebesar 100.000 VND.

Sebelum menuju kamar, staf resepsionis memberitahukan jika pesanan saya diupgrade secara gratis. Dari kamar standard-mixed-dorm untuk 8 orang, menjadi kamar mixed-dorm untuk 8 orang. Dengan ukuran ranjang yang lebih besar, dan ruangan yang lebih luas.

Secara umum kamar dormitory di Nexy Hostel terbagi menjadi 4 jenis. Yaitu, kamar standard-mixed-dorm untuk 8 orang, kamar mixed-dorm untuk 14 orang, kamar mixed-dorm untuk 8 orang, dan kamar female-dorm untuk 8 orang. Yang membedakan kamar standar dengan lainnya adalah harganya yang paling murah, dan ukuran ranjangnya yang lebih sempit.

dorm-room-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Kamar jenis dormitory di Nexy Hostel. Bersih dan enerjik. (sumber: Nexy Hostel)

Kamar yang saya terima benar-benar sesuai ekspektasi. Sangat mirip dengan yang ada pada gambar promosi. Lantai parketnya bersih dan licin, karena setiap alas kaki hanya berhenti sampai rak di ambang pintu. Pendingin udaranya pun diatur pada kesejukan yang cukup. Dan untuk ukuran dormitory, saya merasa jika kamar yang saya tempati cukup luas. Bahkan selama menginap di sana, saya dapat leluasa shalat lima waktu tanpa menghalangi pergerakan penghuni lainnya.

Kapsul tempat saya bermalam pun terasa nyaman. Berisikan ranjang dan sebuah bantal empuk berlapis linen bersih, yang dilengkapi dengan selembar selimut. Di dalamnya juga terdapat sebuah lampu baca LED, dan dua buah soket listrik AC. Ditambah dengan selembar tirai tebal yang memberikan privasi tambahan. Serta sebuah loker yang cukup besar di bawah ranjang, untuk menyimpan tas dan barang bawaan lainnya.

double-twin-dan-triple-room-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Jenis double, twin, dan triple room dengan kamar mandi pribadi. (sumber: Nexy Hostel)

Selain itu, ternyata Nexy Hostel juga memiliki kamar jenis lainnya. Yang lebih cocok bagi mereka yang berpasangan, atau menginap bertiga, dan membutuhkan privasi tambahan. Yaitu kamar jenis twin, double, serta triple. Dan kamar jenis double berbalkon merupakan produk premium andalannya.

Ketiga jenis kamar tadi dilengkapi dengan kamar mandi pribadi. Tak seperti kamar dormitory, yang menggunakan kamar mandi bersama. Tapi tenang, meskipun bersifat komunal, semua kamar mandi di Nexy Hostel sangat terjaga kebersihannya.

double-room-with-balcony-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Jenis double room dengan balkon dan kamar mandi pribadi. (sumber: Nexy Hostel)
balcony-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Balkon, tempat bersantai sembari menatap kota Hanoi. (sumber: Nexy Hostel)

*****

Sarapan yang lezat dan mengenyangkan, selalu menjadi nilai plus bagi akomodasi yang saya inapi. Dan Nexy Hostel memenuhi persyaratan itu.

Karena selain ruang makannya yang berdesain seru, pilihan makanan yang disediakan pun cukup beragam. Mulai dari roti dengan beberapa jenis selai, buah-buahan lokal, cereal, hingga Pho Ga nya yang lezat. Minumannya pun banyak pilihan. Terdiri dari air putih, teh, kopi, susu kedelai, susu full cream, hingga jus jeruk. Yang semuanya bisa didapatkan secara swalayan.

Cukup berenergi untuk memulai pagi, bukan?

pho-ga-di-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Sarapan favorit saya: Pho Ga!

dining-room-dan-sarapan-di-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom

jenis-sarapan-di-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Mau sarapan apa? Pilih dan ambil sendiri sesuka hati.

dining-room-ruang-makan-di-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom

Social Areas: Bukan Sekedar Pelengkap

Tampaknya Nexy Hostel memahami, jika terkadang para traveler memilih tinggal di hostel bukan hanya karena faktor harganya yang relatif lebih ekonomis. Melainkan juga untuk bersosialisasi dengan traveler lainnya. Selain memperluas jaringan, siapa tahu dapat bertemu jodoh. Lumayan khan?

Maka, selain kamar dan ruangan lain standar penginapan, Nexy Hostel juga dilengkapi dengan beberapa area  komunal untuk bersosialiasi. Termasuk juga area bersantai yang lebih cocok untuk menyendiri. Di antaranya adalah bar dan kafe di lantai satu, games room di lantai dua, serta ruang televisi dan perpustakaan di lantai enam. Ditambah dengan rooftop pada lantai tujuh, yang memiliki pemandangan lepas ke arah kota Hanoi.

cafe-bar-dan-bartender-di-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Kafe, bar, dan bartender di Nexy Hostel.
billiard-di-games-room-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Games room di lantai dua, berbagi lantai dengan ruang makan.
view-library-and-tv-room-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom
Perpustakaan dan ruang televisi di lantai enam. Ada balkonnya juga, untuk bersantai sembari menatap kota. (source: Nexy Hostel)

dart-di-games-room-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcomlibrary-and-tv-room-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcomrooftop-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcommajalah-di-lobby-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom

Selama menginap di sana, saya lebih sering mengobrol di lobby bersama Nam. Salah seorang staf hostel, yang ternyata pernah berkuliah penuh pada sebuah universitas swasta ternama di Indonesia. Selain itu, ruang televisi dan perpustakaan, serta rooftop, menjadi area favorit saya lainnya. Terutama ketika berselancar di dunia maya melalui sambungan WiFi hostel yang mumpuni.

*****

Secara keseluruhan, menurut saya Nexy Hostel adalah sebuah penginapan backpacker yang bisa diandalkan. Bayangkan, untuk menginap dengan semua fasilitas di atas, termasuk sarapan yang lezat dan mengenyangkan, saya hanya membayar sekitar Rp150.000,- saja per malamnya. Lokasinya pun sangat strategis, juga mudah untuk dicapai maupun menjangkau Bandara Internasional Noi Bai kembali. Hanya berjarak 10 menit jalan kaki, dari shelter bus-bandara. Asyik khan?

Seandainya ada rejeki kembali ke Hanoi sendiri,pasti saya akan sempatkan untuk menginap di Nexy Hostel lagi.


plang-sign-penanda-nexy-hostel-penginapan-backpacker-keren-di-hanoi-old-quarter-bartzap-dotcom

Nexy Hostel Hanoi
12 To Tich Street,
Hoan Kiem District,
Hanoi, Vietnam.

Google Maps: Nexy Hostel
Telepon: +84 24 7300 6399
Email: hello@nexyhostels.com
Website: Nexy Hostel

Protected by Copyscape Online Plagiarism Software

Advertisements

Posted by

a Globetrotter | a Certified Diver: PADI Advance Diver and AIDA** Pool Freediver | a Photography Enthusiast | a Laboratory Technician.

25 thoughts on “Nexy Hostel: Penginapan Backpacker Keren di Hanoi Old Quarter

  1. Serius cuma 150k, asik banget yak kesan hostelnya. Vintage dan penuh art. Aku dulu di old quarter juga sih dan go show. Cuma 50k hehehe. Ya basic nggak aneh-aneh. Sarapan juga dapat roti sama pisang ajah. Nexy lantainya pake kayu coiiiiii. Ah jadi kangen makan pho.

    Liked by 1 person

    1. Serius banget, malah kapsul yang termurah itu harganya gak sampai Rp 120.000,- per malamnya Lid. Buat anak mudah cocok banget deh, karena suasanya asyik.

      Iya nih, kangen makan Pho juga. Sampai aku nonton-nonton video di Youtube, belajar, supaya bisa bikin sendiri hahahaha

      Like

  2. pada dasarnya semua kota di asia yang pernah dijajah itu punya vibe yang sama ya
    coba itu old quarter
    ya mirip banget sama kota tua di jakarta dan semarang, sama kawasan ampel di surabaya
    so old school!

    Liked by 1 person

    1. Perbedaannya cuma seberapa jauh kota-kota tua itu masih hidup dan dipelihara sampai sekarang. Kota tua Jakarta dan Semarang sekarang mulai bergeliat lagi sih, meskipun kehidupannya belum semeriah seperti di Malaka ataupun Hanoi.

      Like

  3. Ya ampun murah & bagus banget. Apik tenan! Kenapa di Bandung ga ada yg kayak gitu ya ahahaha cocok di Pasar Baru sbg old pecinannya Bandung. Btw di Asia Tenggara, Vietnam ini emang progress arsitekturnya bagus-bagus. Selain Singapur (udah pasti ini mah) & Bangkok. Gitu kesan saya kalo baca di web-web ttg green living mah. Nice review, Bart! Ini saya yg punya hotelnya mah seneng da direview begini ehehehehe.

    Liked by 1 person

    1. Semoga di Bandung dan beberapa kota di Indonesia bisa menyusul ya Lu. Apalagi kalau murah dan bagus kaya gini. Hmmm banyak faktor sih ya, supaya harganya bisa murah begitu.

      Aamiin, semoga pengelolanya juga bakal senang. Dalam beberapa hari akan aku kirimkan link nya.

      Like

  4. Dududu jadi kangen dengan Vietnam kebetulan belum ke Hanoi, memanglah hostel di Vietnam murah tapi berkualitas, waktu di HCMC aku dapet 70 ribu tapi kuliatasnya dibawah Nexy, jadi sepadan ya 150 dapet hostel kayak Nexy ini

    Liked by 1 person

    1. Nah, berarti harus cobain ke Hanoi. Yang mungkin akan sedikit menantang untuk mencari masakan halalnya dibandingkan HCMC. Tapi tenaaaang, tetap ada kok 🙂

      Aku juga jadi penasaran pengen main ke HCMC kapan-kapan. Dan pengen bandingin juga, ada gak hostel yang harganya sekelas Nexy tapi kualitasnya minimal sama. Syukur-syukur kalau lebih 🙂

      Liked by 1 person

  5. Soket listrik itu penting banget. Terakhir aku nginap di hostel yang soketnya berada di satu titik sehingga kalau mau main hape sambil tiduran misalnya (eh gak baik ya buat mata haha) jadi susah. Lantai kayunya juga sungguh menggoda. Pokoknya kalau ke Hanoi aku tahu bakalan menginap di mana. Makasih udah sharing mas.

    Liked by 1 person

    1. Apalagi kalau soketnya error ya Yan. Kaya di Malaysia, entah kenapa aku sering nemuin soket yang ukurannya agak aneh. Jadi meskipun aku bawa international converter, tetap aja suka gak cocok. Antara soketnya longgar atau malah kekecilan. Untungnya soket listrik di Vietnam ini sama dengan di Indonesia, dan di Nexy jumlahnya ada dua di dalam kapsul, jadi cukup nyaman.

      Sama-sama Yan, senang juga kalau bisa bermanfaat 🙂

      Liked by 1 person

  6. MAAASSS, HOSTELNYA WELL NOTED BANGEEETTT!!!

    Aku selalu suka hostel-hostel seperti ini. Minimalis, tapi modern, bersih, nyaman, dan tetap instagrammable! Udah gitu harganya murah, lokasi strategis, dan sarapannya bisa diandalkan banget. Hostel2 di Singapura, Malaysia, Thailand biasanya hanya roti tawar aja. Aku jadi ingat pengalaman menginapku di Space Boutique Hostel, Yangon.

    Wah, mas. Aku bisa seharian eksplor dan foto-foto di hostel ini tanpa merasa rugi-waktu-udah-jauh-jauh-ke-situ like some people think.
    Pengen nginep di kamar double bed, suka sama desain kamar mandinya. Perpustakaannya juga menggoda banget!

    Btw, nggak cuma di Old Quarter, bangunan di seantero Vietnam (rumah dan ruko) memang khas dengan fasad sempit dan tinggi ramping. Rumah host-ku di tahun 2015 juga ramping seperti itu.

    Liked by 1 person

    1. Nah berarti benar tebakanku, soalnya fasad yang tinggi ramping itu hampir di seluruh Vietnam. Kemarin gak berani nulis dugaan itu, soalnya aku baru kunjungi Hanoi aja. Sementara di Ninh Binh, karena pedesaan dan tanahnya luas jadi banyak rumah yang ukurannya besar-besar. Meskipun tetap, rata-rata adalah berlantai lebih dari dua.

      Siip, semoga kesampaian ke Hanoi dan bisa nginep di Nexy Hostel juga ya Gi 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s